Nutrisi

Membekukan dan mencairkan ASI perah

Berapa lama ASI perah tahan di kulkas dan freezer, dan bagaimana cara mencairkannya dengan benar?

Waktu baca 27 menit

Sebotol ASI perah yang kamu pompa tengah malam tentu tidak ingin kamu buang begitu saja — tapi biasanya pertanyaan langsung bermunculan: simpan di kulkas atau freezer, tahan berapa lama, dan masih boleh diberikan kalau setelah dicairkan baunya aneh? Di sini kamu akan menemukan semua batas waktu yang direkomendasikan dalam artikel ini, plus langkah demi langkah dari memompa sampai botol siap diberikan. Termasuk kesalahan yang hampir semua orang lakukan di awal, dan cara menghindarinya.

Baru dipompa

Suhu ruang
hingga 4 jam
Kulkas
hingga 4 hari
Freezer kulkas
≤ 2 minggu
Freezer terpisah
ideal 6 bulan

Setelah dicairkan

Di kulkas
maks. 24 jam
Hangat/suhu ruang
1–2 jam
Sisa
maks. 1 jam
Bekukan lagi
jangan pernah

Kenapa batas waktunya bisa berbeda

Kalau kamu mencari lama penyimpanan ASI, kamu akan cepat menemukan tiga atau empat jawaban yang berbeda. Bukan karena ada yang asal-asalan. Rekomendasi itu berasal dari lembaga yang berbeda, dan masing-masing berangkat dari kondisi yang sedikit berbeda juga:

  • Sebuah komisi ahli menyusui di Eropa adalah panel ahli untuk menyusui. Pernyataannya pada 2024 secara khusus berlaku untuk ASI yang kamu simpan di rumah untuk bayimu sendiri yang sehat. Itu yang menjadi dasar artikel ini; di bagian selanjutnya kami menyebutnya “komisi ahli menyusui”.

  • Academy of Breastfeeding Medicine, organisasi profesi internasional para dokter, punya protokol sendiri untuk bayi sehat, lahir cukup bulan, yang dirawat di rumah. Sering kali mereka menyebut dua angka: yang optimal, dan yang masih dapat diterima bila kondisi kebersihannya sangat baik.

  • Otoritas kesehatan AS CDC dan layanan kesehatan Inggris NHS juga punya batas waktunya sendiri, kadang sedikit lebih singkat, kadang lebih panjang.

Perbedaan ini ada alasannya. Rekomendasi Amerika Serikat menghitung kulkas sekitar 4 °C, sementara di banyak rumah suhunya biasanya lebih hangat. Cara ASI diperah, seberapa bersih prosesnya, dan seberapa hangat ruangan tempat ASI diletakkan juga berpengaruh. Dan jujur saja: banyak penelitian tentang topik ini sudah cukup lama dan sulit dibandingkan satu sama lain. Para ahlinya sendiri juga menuliskan itu.

Jadi, di artikel ini kamu akan melihat rentangnya untuk setiap batas waktu, dan kalau sumbernya berbeda-beda, kami menyarankan sisi yang lebih hati-hati. Artinya, kamu tidak perlu menghafal tabel dari tiga negara. Kalau kamu mengikuti angka-angka di artikel ini, kamu berada di jalur yang aman.

Dan satu hal lagi yang mungkin melegakan: ASI yang akan dipakai dalam empat hari ke depan paling baik disimpan di kulkas. Selebihnya, langsung bekukan — ASI beku tetaplah makanan bayi yang berharga. Membekukan ASI bukan solusi darurat yang perlu kamu bela-belakan. Ini alat praktis yang memberimu lebih banyak kebebasan.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Memompa dengan bersih

Masa simpan ASI dimulai dari tetes pertama, karena dingin itu tombol jeda, bukan proses pembersihan. Bakteri yang masuk ke ASI saat memompa tetap bertahan saat dibekukan: ASI yang sudah dicairkan setelah berminggu-minggu di freezer mengandung jumlah bakteri hidup yang mirip dengan ASI segar. Sebagian besar tidak berbahaya, bahkan bermanfaat untuk flora usus bayimu. Meski begitu, prinsipnya tetap sama: makin sedikit kuman sejak awal, makin sedikit yang bisa berkembang biak nantinya. Semua batas waktu dalam artikel ini mengandaikan kamu memerah dengan bersih. Kedengarannya seperti di laboratorium, padahal sebenarnya cepat dan sederhana:

  1. Cuci tangan: bersihkan menyeluruh dengan air dan sabun, termasuk bagian bawah kuku. Keringkan dengan tisu atau handuk yang kamu ganti setiap hari. Di rumah, kamu tidak perlu disinfektan tangan karena itu tidak membuat ASI jadi lebih sedikit kuman. Tidak ada wastafel di dekatmu, misalnya di kantor atau di mobil? Disinfektan tangan berbahan alkohol adalah pilihan terbaik kedua.

  2. Tidak perlu mencuci payudara secara khusus: air bersih saat mandi harian sudah cukup. Sabun bisa membuat kulit kering dan memicu puting lecet. Tetes pertama juga tidak perlu dibuang, karena tidak lebih kotor daripada ASI setelahnya.

  3. Pompa langsung ke wadah penyimpanan: setiap kali menuang ulang, ada peluang kuman masuk. Jadi, kalau bisa, pompa langsung ke botol atau kantong yang memang akan dipakai menyimpan ASI itu.

  4. Bersihkan set pompa setelah setiap kali dipakai: bongkar semua bagian yang bersentuhan dengan ASI, bersihkan segera dengan sabun cuci piring dan air panas, bilas di bawah air mengalir, lalu biarkan kering sendiri atau keringkan dengan tisu. Setelah kering, tutup bagian-bagian itu dengan kain bersih.

Selain dicuci dengan tangan, bagian-bagian itu juga bisa dibersihkan di mesin pencuci piring pada suhu minimal 65 °C; untuk bagian kecil, paling aman di keranjang tertutup. Merebus tidak menggantikan proses mencuci: merebus membunuh kuman, tetapi tidak menghilangkan sisa ASI. Untuk bayi sehat yang lahir cukup bulan, pembersihan menyeluruh sudah cukup menurut komisi ahli menyusui. Kalau bayimu berusia kurang dari dua bulan, lahir prematur, atau sedang sakit, bagian yang sudah dibersihkan perlu didisinfeksi sekali sehari: rebus minimal lima menit, gunakan steriliser uap, atau kantong uap untuk microwave. Microwave boleh dipakai di sini karena yang dipanaskan adalah perlengkapannya, bukan ASI. Para ahli tidak menyarankan disinfektan kimia karena residunya bisa masuk ke ASI. Petunjuk pembersihan dari produsen pompa juga tetap berlaku.

Kalau kamu belum punya pompa: pompa ASI elektrik bisa dibeli di apotek atau toko perlengkapan bayi, dan di beberapa kota juga bisa disewa. Kalau kamu membutuhkannya karena kamu atau bayimu sakit, tanyakan dulu ke konselor menyusui atau dokter jenis pompa yang cocok. Untuk bepergian, pompa tangan yang bagus atau pompa dengan baterai sangat praktis.

Dingin itu tombol jeda, bukan pembersih. Kebersihan dimulai dari tetes pertama.

Wadah apa yang cocok?

Kabar baiknya: entah botol kaca, plastik, atau kantong, kamu tidak perlu sistem khusus. Yang penting, wadah itu memang ditujukan untuk makanan bayi atau ASI, tertutup rapat, dan bisa dibersihkan dengan menyeluruh. Masing-masing punya kelebihan:

  • Botol kaca awet dan mudah dijaga kebersihannya. Saat dibekukan, sisakan ruang di bagian atas: beri jarak sekitar 2,5 cm, karena ASI mengembang saat membeku dan botol yang diisi sampai penuh bisa retak.

  • Botol dan cangkir plastik tidak mudah pecah, jadi praktis untuk freezer. Pilih yang memang secara jelas ditujukan untuk makanan bayi atau balita dan berlabel bebas BPA. Bisphenol A (BPA) sudah dilarang dalam botol susu bayi di banyak negara. Bahan yang cocok misalnya polipropilena (PP), polietilena (PE), atau PET. Tapi tetap andalkan label “untuk makanan bayi” atau “untuk ASI”, jangan hanya nomor daur ulangnya. Botol bayi lama dari polikarbonat — misalnya warisan atau beli bekas — sebaiknya tidak dipakai.

  • Kantong ASI sangat menghemat tempat di freezer. Pilih yang kuat, tertutup rapat, dan simpan dengan cara yang tidak mudah rusak, misalnya di dalam kotak yang kokoh. Kantong freezer biasa atau kantong es batu untuk keperluan rumah tangga tidak cocok, karena tidak diproses dalam kondisi bebas kuman.

Jangan gunakan toples selai atau wadah lain yang sebenarnya dibuat untuk hal lain: sering kali wadah seperti itu tidak bisa dibersihkan cukup menyeluruh. Gelas sampel dari fasilitas kesehatan, seperti yang biasa dipakai untuk urine, juga tidak boleh, karena belum terbukti aman secara kimia untuk bayi.

Lalu mana yang lebih baik, kaca atau plastik? Beberapa penelitian melihat apakah lemak atau sel pertahanan tubuh menempel pada dinding wadah, dan hasilnya tidak seragam. Secara umum, kaca dan polipropilena punya hasil yang mirip. Hanya pada baja tahan karat penelitian menemukan jauh lebih sedikit sel hidup — bukan berarti berbahaya, jadi kamu tidak perlu menyingkirkan botol stainless steel yang sudah ada. Jadi, pilih saja yang paling praktis untuk keseharianmu. Kamu juga bisa menggabungkan: botol untuk kulkas dan tas pendingin, kantong untuk stok di freezer.

Ukuran porsi yang tepat

ASI yang sudah dicairkan tidak boleh masuk freezer lagi, dan sisa ASI di botol yang tidak diminum bayimu akhirnya harus dibuang. Jadi, kalau kamu membekukan dalam porsi besar, cepat atau lambat akan ada ASI berharga yang terbuang. Porsi kecil adalah perlindungan paling sederhana.

Lalu, berapa banyak isi “satu porsi”? Kebutuhan tiap bayi bisa sangat berbeda, tapi beberapa patokan ini bisa membantu saat merencanakan:

  • Pada hari-hari pertama kehidupan, jumlahnya sangat kecil: di hari pertama sering kali hanya 2 sampai 10 mililiter per kali minum, hari ketiga sekitar 15 sampai 30, dan hari keempat sekitar 30 sampai 60 mililiter.

  • Antara bulan pertama dan keenam, bayi yang mendapat ASI eksklusif ternyata minum jumlah yang relatif tetap, sekitar 750 sampai 800 mililiter per hari, meski mereka terus tumbuh. Dibagi menjadi sekitar enam sampai delapan kali minum, itu kira-kira 100 mililiter per kali minum. Tapi rentangnya lebar: ada bayi yang minum sekitar 50 mililiter, ada juga yang lebih dari 200 mililiter setiap kali.

  • Saat mulai MPASI — sesuai anjuran ASI eksklusif, umumnya sekitar usia 6 bulan — jumlah ASI perlahan menurun. Tapi ASI masih tetap menjadi sumber makanan terpenting untuk beberapa waktu.

Jadi, untuk praktiknya: bekukan dalam porsi yang kira-kira sesuai satu kali minum bayimu — bagi banyak bayi, itu sekitar 60 sampai 120 mililiter — dan simpan juga beberapa porsi kecil berisi 15 sampai 30 mililiter. Porsi kecil ini sangat berguna kalau setelah botol pertama bayimu masih belum kenyang. Kamu tinggal mencairkan tambahan kecil, tanpa harus mengorbankan satu botol penuh. Untuk bayi baru lahir, tentu rencanakan porsi yang lebih kecil lagi.

Contoh hitung sederhana kalau kamu akan pergi beberapa jam: bayi usia tiga bulan biasanya minum setiap dua sampai empat jam pada siang hari. Jadi kalau kamu pergi delapan jam, dalam waktu itu ia kemungkinan membutuhkan sekitar dua sampai empat kali minum. Dengan perkiraan 100 mililiter per kali minum, berarti totalnya sekitar 200 sampai 400 mililiter, plus satu porsi cadangan kecil. Ini hanya gambaran, bukan patokan wajib. Seberapa banyak yang benar-benar dibutuhkan, bayimulah yang akan menunjukkannya.

Labeli setiap porsi segera dengan tinta tahan air: tanggal saat kamu memompa, dan kalau kamu memompa beberapa kali sehari, tambahkan juga jamnya. Kalau ASI akan dibawa ke daycare atau pengasuh harian, tambahkan nama anakmu. Dan karena semua batas waktu dihitung sejak ASI dipompa, aturan saat menghabiskannya adalah: selalu pakai porsi yang paling lama dulu.

Membekukan ASI perah

Setelah kamu melakukannya beberapa kali, seluruh proses ini hanya butuh beberapa menit. Caranya begini:

  1. Siapkan: cuci tangan, gunakan set pompa yang bersih, dan pompa langsung ke wadah penyimpanan.

  2. Tutup dan beri label: tanggal, bila perlu jam, dan nama.

  3. Segera dinginkan: langsung taruh ASI di kulkas. Pada suhu ruang 15–25 °C ASI memang bisa tahan hingga 4 jam, tetapi di Indonesia suhu ruangan sering jauh di atas 25 °C—jadi jangan mengandalkan batas itu, dan segera masukkan ke kulkas atau tas pendingin. Kalau ingin mendinginkannya lebih cepat, aliri dulu wadah yang tertutup dengan air dingin mengalir sebentar.

  4. Tentukan: apakah ASI ini akan dipakai dalam empat hari ke depan? Kalau ya, simpan di kulkas. Kalau tidak, langsung masukkan ke freezer — jangan menunggu sampai hari keempat saat batas waktunya hampir habis.

  5. Kumpulkan, kalau mau: ASI dari beberapa sesi pompa dalam 24 jam boleh dikumpulkan dalam keadaan dingin lalu dibekukan bersama. ASI yang baru dipompa dan masih hangat suhu tubuh jangan pernah langsung dicampur dengan ASI yang sudah dingin atau beku; dinginkan dulu di kulkas. Cara paling sederhana adalah membekukan setiap porsi secara terpisah.

  6. Sisakan ruang: untuk botol, beri jarak sekitar 2,5 cm dari bibir wadah. Untuk kantong, keluarkan udaranya dengan hati-hati, tutup rapat, lalu letakkan mendatar saat dibekukan. Kantong yang dibekukan mendatar lebih hemat tempat dan lebih cepat dicairkan.

  7. Susun di tempat yang benar: letakkan di bagian belakang freezer, bukan di pintu. Pada freezer yang mencair otomatis, jangan taruh langsung menempel ke dinding, karena di sana suhunya bisa sesekali lebih hangat.

  8. Jaga urutannya: porsi baru di belakang, porsi lama di depan. Dengan begitu kamu otomatis mengambil ASI yang paling lama lebih dulu.

Pertama kali memang terasa ribet. Setelah beberapa kali, kamu melakukannya sambil lalu.

Kulkas atau freezer?

Suhu di dalam kulkas tidak sama di semua bagian. Biasanya yang paling dingin adalah di bagian belakang, area bawah sampai tengah, dekat elemen pendingin. Di situlah ASI sebaiknya disimpan. Pintu kulkas dan rak bagian atas tidak cocok: suhunya lebih hangat, dan setiap kali pintu dibuka temperaturnya naik-turun. Komisi ahli menyusui merekomendasikan 4–6 °C, dan pada suhu itu ASI dianggap bisa dipakai hingga empat hari.

Beberapa sumber menyebut sampai delapan hari. Tapi itu hanya berlaku untuk kulkas yang secara konsisten menjaga suhu 4 °C atau lebih dingin, atau untuk ASI yang diperah dalam kondisi sangat bersih. Kalau kamu tidak tahu seberapa dingin kulkasmu, atau termometernya menunjukkan lebih dari 6 °C, lebih aman hitung tiga hari. NHS juga menyarankan begitu untuk kulkas bersuhu 5–10 °C. Kalau termometernya menunjukkan lebih dari 10 °C, itu tidak lagi dianggap tersimpan dingin, jadi batas waktunya mengikuti suhu ruang.

Untuk pembekuan, jenis alat yang kamu punya menentukan batas waktunya:

  • Kompartemen freezer kecil di dalam kulkas sering kali hanya mencapai sekitar −15 °C. Di sana ASI bertahan maksimal dua minggu. Tanda bintang menunjukkan seberapa dingin suhunya: satu bintang sekitar −6 °C, dua bintang −12 °C, tiga dan empat bintang −18 °C. Kalau kompartemennya hanya punya satu atau dua bintang, sebaiknya ASI tidak disimpan di sana sama sekali.

  • Freezer terpisah, peti beku, atau kompartemen freezer empat bintang dengan suhu −18 °C atau lebih dingin adalah tempat untuk stok ASImu. Di sana ASI idealnya dihabiskan dalam enam bulan, dan sampai dua belas bulan masih dianggap dapat diterima. Untuk stok lebih dari dua minggu, komisi ahli menyusui hanya menyebut kompartemen empat bintang atau freezer terpisah.

Lalu kenapa tidak langsung pakai patokan dua belas bulan saja? Karena kualitas ASI bisa menurun di freezer. Penelitian soal ini tidak selalu sama hasilnya: di beberapa studi, ASI setelah sekitar tiga bulan mengandung sedikit lebih sedikit lemak, protein, dan energi dibanding ASI segar; vitamin C sudah berkurang pada bulan-bulan pertama, dan beberapa zat pertahanan tubuh juga menurun. Dalam studi lain, zat gizi utamanya tetap tidak berubah bahkan setelah sembilan bulan. Aturan sederhananya untukmu: makin singkat disimpan, makin banyak yang tetap terjaga. Enam bulan adalah target yang baik, dua belas bulan batas paling luar.

Kalau kamu memompa di tempat kerja, simpan ASI tegak di kulkas bersama kantor dalam kotak tertutup milikmu sendiri, terpisah dari makanan lain, dan beri label nama serta tanggal. ASI tidak memerlukan perlakuan khusus seperti beberapa cairan tubuh lain, jadi kulkas bersama sepenuhnya boleh digunakan.

Membekukan ASI bukan plan B, melainkan sepotong kecil kebebasan.

Mencairkan dengan lembut

Cara paling lembut untuk mencairkan ASI adalah di kulkas. Prosesnya memakan waktu sekitar dua belas jam, jadi ada baiknya punya ritual kecil di malam hari: ambil porsi untuk besok dari freezer dan pindahkan ke kulkas. Saat dicairkan perlahan seperti ini, lemak yang hilang juga lebih sedikit dibanding dicairkan di air hangat.

Kalau perlu lebih cepat, ada dua pilihan:

  • Di bawah air mengalir: pegang wadah yang masih tertutup rapat di bawah air dingin terlebih dahulu, lalu di bawah air suam-suam kuku — maksimal hangat tangan, sekitar 37 °C.

  • Dalam rendaman air: letakkan wadah yang tertutup rapat ke dalam mangkuk berisi air suam-suam kuku, lalu tambahkan lagi air suam-suam kuku saat suhunya mulai turun.

ASI yang dicairkan cepat seperti ini sebaiknya digunakan dalam dua jam. Kalau memakai kantong, paling aman cairkan di dalam mangkuk, kalau-kalau bocor, lalu keringkan bagian luarnya sebelum dibuka. Komisi ahli menyusui juga menganggap pencairan pada suhu ruang memungkinkan, yang memakan waktu satu sampai empat jam. Kalau kamu melakukannya, cek sesekali dan pindahkan ASI ke kulkas segera setelah sudah cair. CDC tidak mencantumkan cara ini. Kalau ingin yang paling sederhana, tetap pilih kulkas.

Jangan pernah memakai microwave. Microwave memanaskan tidak merata, sehingga terbentuk titik-titik yang sangat panas dan bisa membuat mulut bayimu melepuh, meski bagian luar botol hanya terasa suam-suam kuku. Selain itu, zat pertahanan penting seperti imunoglobulin A dan lisozim berkurang jelas. Panci di atas kompor dan air yang sangat panas juga sama-sama tidak boleh: bahkan dalam rendaman air bersuhu 80 °C, titik yang terlalu panas bisa terbentuk di dalam ASI.

Kapan hitungan waktunya dimulai? Sejak ASI benar-benar sudah cair, bukan sejak dikeluarkan dari freezer. Gunakan sesegera mungkin, dan paling lambat dalam 24 jam — beberapa lembaga menyebut batas yang lebih panjang, tapi di sini kita tetap memakai patokan yang lebih hati-hati. Kalau ASI yang sudah dicairkan dibiarkan di suhu ruang atau sudah dihangatkan, sebaiknya diminum dalam satu sampai dua jam dan tidak kembali ke kulkas.

ASI yang sudah dicairkan tidak dibekukan lagi. Ini disarankan sama-sama oleh komisi ahli menyusui, CDC, dan NHS, karena saat ASI mulai mencair kuman bisa berkembang biak, dan pembekuan ulang tidak menghilangkannya. Kalau ASI sudah mulai mencair, simpan di kulkas dan habiskan dalam 24 jam. Porsi kecil membuat aturan ini jauh lebih mudah dijalankan.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Dihangatkan atau diberikan dingin?

ASI tidak harus hangat. Banyak bayi mau meminumnya pada suhu ruang atau bahkan dingin langsung dari kulkas, meski ada juga yang punya preferensi jelas. Tidak ada salahnya dicoba, terutama kalau sedang buru-buru atau yang memberi minum adalah orang lain. Setiap kali menghangatkan butuh waktu, dan kalau terlalu panas juga bisa mengurangi kandungan berharga di dalam ASI.

Kalau ingin menghangatkan, lakukan dengan lembut dan jangan pernah memakai microwave atau kompor:

  1. Letakkan botol yang tertutup rapat di wadah berisi air suam-suam kuku, maksimal sekitar 37 °C, atau gunakan penghangat botol. Perkirakan butuh 15 sampai 20 menit.

  2. Putar atau ayunkan botol dengan lembut. Lapisan lemak yang tampak mengumpul di bagian atas itu normal. Dengan digerakkan pelan, lemaknya akan tercampur lagi. NHS juga menganggap mengocok ringan masih boleh.

  3. Teteskan sedikit ASI di bagian dalam pergelangan tanganmu. Suhunya harus terasa hangat nyaman, tidak pernah panas.

  4. Bersihkan penghangat botol setiap hari, karena kuman bisa berkembang biak di air hangat.

Kenapa tidak boleh lebih panas? Di atas sekitar 40 °C, zat pertahanan dan komponen ASI lain yang sensitif mulai rusak. Dan kulit bayi jauh lebih mudah melepuh daripada kulit orang dewasa: cairan mulai sekitar 50 °C bisa sangat cepat menyebabkan luka lepuh. Terutama pada malam hari saat kamu lelah, aturan “lebih baik sedikit lebih dingin” adalah pilihan yang lebih aman. Dan hangatkan ASI hanya saat bayimu benar-benar sudah bangun dan lapar: ASI yang sudah dihangatkan tidak kembali ke kulkas dan tidak dihangatkan untuk kedua kalinya.

Botol yang sudah diminum

Begitu bayimu minum dari botol, kuman dari mulutnya masuk ke ASI lewat dot. Bagi bakteri, itu adalah tempat berkembang biak yang ideal. Karena itu, sisa ASI punya batas waktu singkat tersendiri: yang tersisa sebaiknya dibuang satu jam setelah tegukan pertama. Batas paling luarnya dua jam, dihitung sejak ASI dihangatkan: setelah itu ASI hangat harus dibuang, meski bayimu baru mulai minum belakangan.

Memang rasanya sayang, apalagi kalau kamu tahu berapa lama kamu duduk memompa untuk mendapatkan ASI itu. Beberapa trik ini bisa membantu supaya sisa ASI lebih sedikit:

  • Tawarkan dulu jumlah yang sedikit lebih kecil, lalu cairkan salah satu porsi cadangan kecil kalau memang perlu.

  • Jangan masukkan kembali botol yang sudah mulai diminum ke kulkas untuk diberikan lagi di waktu berikutnya, dan jangan pernah menuangkan sisa ASI kembali ke ASI yang belum tersentuh.

  • Kalau bayimu rutin menyisakan banyak ASI, bekukan porsi berikutnya sedikit lebih kecil.

  • Catat selama beberapa hari berapa banyak yang benar-benar diminum bayimu. Dari situ kamu akan tahu ukuran porsi yang paling pas.

Semua ini lebih mudah kalau setiap botol kamu catat di Moonsleep: statistiknya akan menunjukkan berapa banyak botol yang diminum bayimu per hari dan total ASI yang masuk, dan siapa pun yang sedang memberi minum bisa melihat data yang sama sepertimu.

Cek batas waktunya dulu, baru pakai hidungmu: bau sabun biasanya tidak masalah, bau asam atau busuk harus dibuang.

Bau sabun atau logam?

Kamu mencairkan satu porsi, lalu mencium baunya, dan ASI itu berbau sabun, logam, atau bahkan sedikit tengik. Padahal ASI segar baunya berbeda, ya? Tidak perlu panik. Perubahan seperti ini memang bisa terjadi pada ASI yang disimpan, dan biasanya tidak berbahaya.

Penyebabnya adalah enzim bernama lipase. Enzim ini memang secara alami ada di dalam ASI dan memecah lemak susu menjadi asam lemak, termasuk saat ASI berada di kulkas maupun freezer. Bau itu kemungkinan muncul ketika asam lemak bereaksi dengan oksigen. Setelah lebih lama di freezer, misalnya mulai sekitar tiga bulan, ASI juga bisa terasa sedikit seperti sabun. Menariknya, proses pemecahan ini justru bekerja melawan kuman dan menghambat pertumbuhannya pada ASI yang sudah dicairkan.

Kalau disimpan dengan benar, ASI dengan bau seperti ini tetap aman, dan kebanyakan bayi meminumnya tanpa ragu. Tidak ada bukti bahwa bayi sering menolaknya hanya karena bau ini. Kalau bayimu memang mengernyit atau menolak, coba beberapa hal berikut:

  • Lebih cepat dipakai: rasa seperti sabun paling sering muncul setelah ASI cukup lama di freezer. Jadi, bekukan hanya sebanyak yang kira-kira memang akan dibutuhkan, dan gunakan dalam hitungan minggu, bukan bulan, bila memungkinkan.

  • Buat satu porsi uji: bekukan sedikit ASI, lalu cairkan setelah satu minggu dan cium baunya. Dengan begitu kamu bisa tahu seberapa cepat ASImu berubah sebelum membuat stok besar.

  • Coba suhu yang berbeda: ada bayi yang lebih suka ASI dingin, ada juga yang lebih suka hangat.

  • Jangan direbus: di internet kamu mungkin menemukan saran untuk memanaskan ASI segar cukup tinggi sebelum dibekukan agar lipase berhenti bekerja. Academy of Breastfeeding Medicine tidak menyarankan ini, karena panas di atas 40 °C bisa merusak banyak zat pertahanan tubuh.

Lain halnya kalau ASI memang benar-benar sudah rusak. Kalau baunya asam atau busuk, atau tampilannya berserabut, berlendir seperti nanah, jangan berikan pada bayimu. Hal yang sama berlaku kalau batas waktunya sudah lewat, apa pun baunya. Dan kalau kamu ragu: lebih baik buang sekali daripada memikirkannya berjam-jam.

Membawa ASI dengan aman

Untuk perjalanan ke kantor, daycare, atau rumah kakek-nenek, kamu memerlukan tas pendingin yang terinsulasi baik dengan ice pack. Untuk perjalanan yang lebih lama, kotak styrofoam dengan elemen pendingin menjaga suhu lebih baik lagi. Cara mengemasnya begini:

  1. Dinginkan dulu ASI di kulkas. ASI yang baru dipompa dan masih hangat jangan langsung masuk ke tas pendingin.

  2. Letakkan botol dalam posisi tegak dan sisipkan ice pack di antaranya. Botol kaca sebaiknya dibungkus satu per satu, misalnya dengan serbet dapur.

  3. Usahakan tas dibuka sesedikit mungkin selama perjalanan.

  4. Setelah sampai tujuan, ASI langsung masuk ke kulkas atau freezer.

Kalau rantai dinginnya tetap terjaga, ASI bisa bertahan di tas pendingin hingga 24 jam. Waktu ini tetap dihitung: kalau ASI sudah seharian di tas, saat masuk kulkas sisa waktunya paling lama tiga hari. Soal ini komisi ahli menyusui, CDC, dan NHS sependapat. Syaratnya, suhu di dalam tas tetap 15 °C atau lebih dingin, idealnya 4–6 °C. Di cuaca panas Indonesia, pakai lebih banyak ice pack dan jangan tinggalkan tas pendingin di tempat panas, misalnya di mobil yang terparkir di bawah matahari.

ASI beku sebaiknya tidak mencair saat di perjalanan. Susun rapat bersama ice pack. Kalau ternyata ASI sudah mulai mencair saat tiba, perlakukan seperti ASI cair: langsung ke kulkas dan habiskan dalam 24 jam.

Kalau anakmu mendapat ASI perah di daycare atau dari pengasuh, bawa dalam tas pendingin dan beri label nama serta tanggal pada setiap porsi. Tanyakan lebih dulu bagaimana tempat itu menyimpan dan menghangatkan ASI, dan sampaikan batas waktu dari artikel ini bila timnya ragu.

Kalau kamu kembali bekerja, di Indonesia aturan tentang ASI eksklusif mewajibkan tempat kerja memberi kesempatan dan fasilitas untuk menyusui atau memerah ASI, misalnya ruang laktasi; berapa lama dan seberapa sering biasanya diatur oleh perusahaan. Seperti apa penerapannya dalam keseharianmu, dan di mana kamu bisa memompa dengan tenang serta menyimpan ASI tetap dingin, sebaiknya dibicarakan dengan pemberi kerja sebelum kamu kembali bekerja.

Kalau kamu terbang membawa ASI perah, cari tahu lebih dulu pada maskapai dan bandara berapa jumlah yang diizinkan di bagasi kabin dan bagaimana proses pemeriksaannya.

Bekerja dan ASI bisa berjalan bersama – cari tahu hak istirahat menyusui di tempat kerjamu.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Hampir semua orang yang baru pertama kali menyimpan ASI pernah tersandung hal-hal ini. Tidak ada yang dramatis, tapi semuanya bisa membuat ASI terbuang atau bikin stres:

  • Dibekukan sampai penuh: ASI mengembang saat membeku, botol kaca bisa retak, kantong bisa pecah. Sisakan ruang sekitar 2,5 cm.

  • Disimpan di pintu kulkas: di sanalah suhu paling hangat, dan setiap buka-tutup membuat suhu berubah-ubah. Tempat yang benar adalah bagian belakang bawah.

  • ASI hangat dituangkan ke ASI beku: lapisan atasnya mulai mencair. Dinginkan dulu ASI yang baru dipompa di kulkas, baru tambahkan.

  • Dibekukan tanpa tanggal: setelah tiga minggu, tidak ada yang tahu porsi mana yang harus dipakai duluan. Segera beri label tahan air.

  • Porsinya terlalu besar: yang tidak diminum harus dibuang. Porsi seukuran satu kali minum plus beberapa porsi tambahan kecil akan menghemat ASI.

  • Stok disimpan di kompartemen freezer kulkas: di sana ASI hanya tahan dua minggu. Untuk lebih lama dari itu, kamu butuh suhu −18 °C.

  • Dicairkan semalaman di meja dapur: itu membuat ASI terlalu lama berada dalam kondisi hangat. Kalau ingin mencairkan semalaman, tempatnya di kulkas.

  • “Sebentar saja” di microwave: pemanasan singkat pun tetap tidak merata dan bisa membuat titik panas. Pakai rendaman air suam-suam kuku saja.

  • ASI yang sudah dicairkan dibekukan lagi: ini jangan pernah dilakukan. Lebih baik cairkan porsi yang lebih kecil.

  • Botol yang sudah diminum disimpan untuk nanti: sisa ASI dibuang setelah satu jam, paling lambat dua jam.

  • Bau sabun dianggap berarti basi: paling sering penyebabnya adalah lipase, dan ASI masih baik selama batas waktunya belum lewat.

  • Memakai wadah rumah tangga biasa: toples selai, kantong freezer biasa, dan kantong es batu tidak dibuat untuk ASI.

  • Bagian pompa hanya dibilas sekilas: sisa ASI adalah pesta untuk kuman. Bongkar semua bagiannya, bersihkan dengan air panas dan sabun cuci piring, lalu keringkan — di baskom tersendiri, bukan di bak cuci piring.

Bayi prematur dan rumah sakit

Semua yang ada di artikel ini berlaku untuk bayi sehat di rumah dan untuk ASI milikmu sendiri. Kalau bayimu lahir prematur, dirawat di rumah sakit, atau sedang sakit, ikuti aturan dari bangsal atau unit perawatannya, meski berbeda dari rekomendasi di sini. Untuk bayi prematur dan bayi sakit, ada pedoman khusus dari tenaga profesional.

Sebaiknya tanyakan sejak awal: wadah apa yang harus dipakai? Bagaimana cara memberi label? Berapa lama ASI boleh disimpan di kulkas rumah sebelum kamu bawa ke rumah sakit, dan bagaimana cara membawanya? Aturan rumah sakit bukan berarti mereka tidak percaya padamu, melainkan perlindungan untuk bayi-bayi yang paling rentan. ASI dari perempuan lain hanya boleh diberikan pada bayi melalui bank ASI manusia. Jangan membeli atau menjual ASI lewat internet, dan jangan membagikannya secara pribadi kepada keluarga lain yang tidak kamu kenal: ASI yang tidak diperiksa bisa mengandung kuman penyebab penyakit, obat, atau zat lain, dan komisi ahli menyusui secara tegas mengingatkan hal itu.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Pertanyaan yang sering diajukan

Bolehkah ASI dari beberapa sesi pompa dicampur dalam satu wadah?

Ya, boleh, dengan dua aturan. Pertama: dinginkan dulu ASI yang baru dipompa di kulkas sebelum kamu menambahkannya ke ASI yang sudah dingin, supaya ASI dingin tidak ikut menghangat. Kedua: jangan mengumpulkannya lebih dari 24 jam. ASI yang kamu kumpulkan dalam satu hari pada suhu 4–6 °C boleh dibekukan bersama. Menurut komisi ahli menyusui, ASI dingin bahkan boleh ditambahkan ke porsi yang sudah beku, asalkan wadah itu langsung dikembalikan ke freezer. Dalam hal ini, tambahkan sedikit ASI dingin ke porsi beku yang lebih besar supaya tidak ada yang mencair, dan tetap sisakan ruang untuk pemuaian. Cara paling sederhana tetap membekukan setiap porsi terpisah. Tulis tanggal porsi yang paling lama pada wadah, karena itulah patokan batas waktunya.

Bolehkah ASI dibekukan dalam cetakan es batu?

Sebaiknya tidak. Cetakan es batu dan kantong es batu rumahan tidak dibuat untuk ASI. Komisi ahli menyusui tidak menyarankan memakai wadah rumah tangga untuk fungsi lain, karena wadah seperti ini tidak bisa dibersihkan dengan andal sampai benar-benar menyeluruh, dan kantong es atau kantong freezer biasa tidak diproses dalam kondisi bebas kuman. Kalau kamu ingin porsi mini, bekukan 15 sampai 30 mililiter dalam kantong ASI kecil atau botol kecil untuk makanan bayi. Porsi seperti ini sangat berguna sebagai tambahan kalau bayimu masih lapar setelah botol pertama.

Listrik mati. Apakah ASI saya masih aman?

Jaga kulkas dan freezer tetap tertutup. Dengan begitu, kulkas biasanya tetap dingin sekitar empat jam, freezer yang penuh menahan dingin sekitar 48 jam, dan freezer yang terisi setengah sekitar 24 jam. Ini adalah angka panduan dari CDC untuk bahan makanan. ASI yang setelah itu masih tetap beku boleh tetap di freezer. Kalau ASI sudah mulai mencair atau sudah cair, perlakukan seperti ASI cair: masukkan ke tas pendingin bersama ice pack dari freezer, habiskan dalam 24 jam, dan jangan dibekukan lagi. Tanpa pendinginan sama sekali, batas waktunya mengikuti suhu ruang. ASI segar yang saat itu tidak bisa kamu dinginkan sebaiknya diberikan ke bayimu sesegera mungkin. Kalau kamu tidak tahu sudah berapa lama ASI berada dalam kondisi hangat, lebih aman dibuang.

Saya tidak sengaja memberikan ASI yang terlalu lama dibiarkan. Sekarang apa?

Pertama-tama, tarik napas dulu dan jangan menyalahkan diri sendiri. Amati bayimu beberapa jam ke depan: apakah ia minum seperti biasa, popoknya tetap basah, dan perilakunya seperti biasanya? Hubungi dokter anak atau Puskesmas bila ia muntah, diare, minumnya buruk, tampak sangat mengantuk tidak seperti biasa, atau demam. Untuk bayi di bawah tiga bulan berlaku: suhu 38,0 °C atau lebih, diukur rektal, harus segera diperiksakan. Jika bayimu sesak napas atau sangat sulit dibangunkan, hubungi 119 (atau 112). Untuk ke depannya, spidol tahan air yang diletakkan tepat di samping pompa sangat membantu.

Mastitis atau sedang minum obat: apakah ASI tetap boleh disimpan?

Kalau kamu mengalami radang payudara karena bakteri atau infeksi jamur pada puting, berdasarkan pengetahuan saat ini ASI yang sudah disimpan tidak perlu dibuang. Lain halnya kalau ASI berbau busuk atau tampak berserabut maupun bernanah: jangan berikan pada bayimu dan segera periksakan diri ke dokter. Pada radang payudara, NHS menyarankan untuk tetap menyusui atau memerah ASI sebanyak yang dibutuhkan bayi — tidak lebih — lalu mendinginkan area payudara, dan bila perlu minum obat pereda nyeri yang kompatibel dengan menyusui seperti ibuprofen. Kamu perlu bantuan medis kalau dalam 12 sampai 24 jam tidak membaik. Jika kamu sedang minum obat, tanyakan ke dokter atau apoteker apakah obat itu kompatibel dengan menyusui. Di beberapa negara juga ada pusat informasi obat yang independen dan gratis untuk ibu menyusui.

Saya sudah membekukan jauh lebih banyak ASI daripada yang kami butuhkan. Apa yang bisa saya lakukan?

Pertama: ini masalah yang menyenangkan, dan kamu tidak harus menyelamatkan setiap porsi. Gunakan stok dengan prinsip “yang paling lama dulu”, supaya tidak ada yang lewat batas waktu, dan jangan lagi berikan ASI yang sudah kedaluwarsa. Kalau persediaanmu terus-menerus jauh lebih banyak daripada yang diminum bayimu, kamu bisa mempertimbangkan donor. Bank ASI manusia terutama membantu bayi prematur dan bayi baru lahir yang sakit, tetapi di Indonesia ketersediaannya masih terbatas, dan sebagian keluarga juga mempertimbangkan aspek agama (hubungan sepersusuan) sebelum mendonor atau menerima ASI donor. Pada prinsipnya, ibu sehat dengan kelebihan ASI yang jelas bisa menjadi pendonor. Tapi biasanya akan ada wawancara awal dan pemeriksaan, dan banyak bank ASI hanya menerima ASI yang diperah sesuai prosedur mereka — jadi stok yang sudah ada sering kali tidak bisa didonorkan. Hubungi lebih dulu dan tanyakan apakah saat ini mereka memang membutuhkan ASI. Menyerahkan ASI secara pribadi atau lewat internet bukan alternatif yang aman. Kalau di dekatmu tidak ada bank ASI, kamu bisa bertanya ke rumah sakit rujukan besar dengan layanan neonatal (NICU).

Perhatikan ini

Segera hubungi 119 (atau 112), jika bayimu sulit bernapas, bibirnya membiru atau keabu-abuan, sangat sulit dibangunkan, atau mengalami kejang.

Segera minta penilaian medis — di dokter anak, IGD rumah sakit terdekat atau Puskesmas 24 jam di luar jam praktik — jika bayimu:

  • berusia kurang dari tiga bulan dan suhu rektalnya 38,0 °C atau lebih — meski tampak tetap segar

  • berusia kurang dari tiga bulan dan suhu rektalnya di bawah 36,5 °C: segera hangatkan (skin-to-skin, topi, selimut) lalu ukur lagi. Jika tetap di bawah itu, tampak lemas, atau minumnya buruk, segera periksakan

  • berulang kali menolak minum, sangat lemas, atau mengantuk tidak seperti biasanya

  • menunjukkan tanda kekurangan cairan: lebih dari delapan jam tidak ada popok basah, mulut kering, tidak ada air mata, ubun-ubun cekung. Setelah hari kelima kehidupan, kurang dari enam popok basah yang berat dalam 24 jam saja sudah menjadi alasan untuk menelepon dokter anak atau Puskesmas pada hari yang sama

  • berulang kali muntah atau diare, terutama setelah mungkin minum ASI yang sudah rusak

Kamu juga penting: kalau payudaramu merah, panas, bengkak, dan nyeri, atau kamu merasa demam dan seperti flu, periksakan diri ke dokter, paling lambat kalau dalam 12 sampai 24 jam tidak membaik. Jangan menunggu kalau kamu mengalami menggigil, demam tinggi, kemerahan yang cepat meluas, atau merasa sangat sakit: segera cari bantuan medis, di luar jam praktik ke IGD rumah sakit terdekat atau Puskesmas 24 jam, dan bila kamu sesak napas, bingung, atau mengalami masalah sirkulasi, hubungi 119 (atau 112). Jangan memompa lebih banyak daripada yang dibutuhkan bayimu — memompa berlebihan adalah penyebab yang sangat sering. Kalau memompa terus terasa sakit, periksa corong pompanya: kalau terlalu sempit, puting akan bergesekan sampai lecet; kalau terlalu lebar, pemompaannya jadi kurang efektif. Puting seharusnya bisa bergerak bebas di dalam corong. Mulailah dengan hisapan paling lemah dan naikkan hanya selama masih terasa nyaman. Kalau ragu, aturan utamanya selalu sama: lebih baik menelepon terlalu cepat daripada terlambat.

Moonsleep memberikan panduan, bukan saran medis. Isinya didasarkan pada pedoman klinis dan sumber ahli, lalu diperiksa berdasarkan database referensi Moonsleep.