Nutrisi0–3 bulan

Mekonium dan pup bayi: mana yang normal?

Hampir hitam dan lengket: pup pertama bayi.

Waktu baca 32 menit

Mekonium, atau kotoran pertama bayi, adalah pup pertama bayi kamu: hampir hitam, kental, dan lengket. Setelah itu, warna pup bayi berubah dalam beberapa hari, dan justru itulah yang membuat popok begitu informatif. Kamu memang tidak bisa melihat berapa banyak ASI yang benar-benar masuk saat menyusu, dan pada bayi yang minum susu formula pun jumlahnya saja tidak selalu memberi gambaran utuh. Tapi apa yang keluar di ujung satunya, kamu bisa melihatnya setiap hari.

Sekilas

Mekonium pertama
dalam 24 jam
Popok basah ke-1
dalam 24 jam
Pup kuning
± hari ke-5
Basah mulai hari 5
min. 6/24 jam

Pada usia 6–12 minggu

Popok basah
± 6 yang berat
BAB (formula)
1–2× sehari
Naik/minggu
± 170–330 g
Demam mulai
38,0 °C

Apa itu mekonium?

Singkatnya: mekonium adalah tinja pertama bayi kamu: hampir hitam dan lengket. Pada bayi cukup bulan, hampir selalu keluar dalam 24 jam pertama. Mulai sekitar hari ke-2, biasanya muncul tinja transisi berwarna hijau kecokelatan, dan sekitar hari ke-5 tinjanya menjadi kuning. Setelah dua hingga tiga hari, sebagian besar mekonium biasanya sudah keluar.

Namanya memang pas: zat hitam pekat seperti aspal. Di dalam kandungan, bayi menelan cairan ketuban, dan bersama cairan itu sel kulit yang terkelupas, rambut halus, dan lendir masuk ke usus. Cairan empedu membuat semuanya tampak hampir hitam. Meski begitu, mekonium hampir tidak berbau.

Proses ini mulai bergerak dengan susu pertama. Kolostrum, yaitu ASI pertama yang lebih kental pada hari-hari awal, punya efek pencahar ringan dan membantu mendorong mekonium keluar. Karena itu, pada hari-hari pertama susui bayi kamu setidaknya delapan kali dalam 24 jam, boleh lebih sering, termasuk malam hari. Ini membantu produksi ASI berjalan lancar sekaligus mendukung pencernaan. Jika bayi mendapat susu formula, susu botol mengambil peran ini.

Bayi prematur sering butuh waktu lebih lama: hanya sedikit di atas sepertiganya yang mengeluarkan mekonium pertama dalam 24 jam pertama, dan pada hampir sepertiga lainnya perlu lebih dari 48 jam. Apa yang masih tergolong normal untuk bayi prematur kamu, tanyakan di rumah sakit, Puskesmas, atau praktik dokter anak.

Belum ada mekonium setelah 24 jam? Beri tahu pada hari yang sama juga: jika masih di rumah sakit, sampaikan ke tim perawatan; jika sudah di rumah, hubungi praktik dokter anak atau Puskesmas; di luar jam praktik, langsung ke IGD rumah sakit terdekat; dan kalau kamu punya bidan, beri tahu dia juga. Ini memang terjadi pada sebagian bayi dan sering kali tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksa. Jika sudah 48 jam tanpa mekonium, bayi kamu harus diperiksa dokter — telepon saja tidak cukup lagi.

Apa penyebabnya? Yang paling sering adalah sumbatan mekonium yang kental di pintu keluar usus dan biasanya bisa lepas setelah rangsangan medis kecil. Lebih jarang, masalahnya ada pada usus itu sendiri, misalnya penyakit Hirschsprung, saat sel saraf di bagian akhir usus tidak ada, atau sumbatan oleh mekonium yang sangat kental, biasanya karena fibrosis kistik. Fibrosis kistik jarang terdeteksi lewat skrining rutin bayi baru lahir di Indonesia, karena skrining standar di sini baru mencakup hipotiroid kongenital dan kadar oksigen (pulse oximetry). Dokter akan meraba perut, melihat anus, dan bila perlu meminta rontgen atau enema kontras.

Bayi kamu perlu bantuan medis segera bila perutnya tampak penuh, tegang, dan menonjol jelas, termasuk lama setelah minum, bila ia sulit minum atau muntah hijau. Hijau di sini berarti hijau rumput sampai hijau tua seperti bayam, bukan muntahan susu kekuningan-putih yang sering dikeluarkan banyak bayi. Kalau kamu pulang pada hari yang sama setelah melahirkan, catat jam popok hitam pertama dan popok basah pertama.

Sebagai tambahan: pada sekitar 12 hingga 20 dari 100 persalinan, mekonium sudah keluar lebih dulu, sehingga air ketuban tampak kehijauan. Hanya sekitar 2 hingga 10 dari 100 bayi tersebut yang kemudian mengalami gangguan napas karena hal ini (aspirasi mekonium), jadi tim persalinan akan memberi perhatian khusus pada napas bayi.

Hampir hitam, kental, dan lengket: untuk pup yang paling pertama, justru itu normal.

Cara membersihkan mekonium dengan lembut

Mekonium lengket seperti aspal: menempel di kulit, di jari kamu, dan sering juga di baju bayi. Menggosok keras biasanya tidak banyak membantu dan justru bisa mengiritasi kulit halusnya. Cara yang lebih mudah:

  1. Siapkan semua lebih dulu: popok bersih, kain lap lembut, air hangat kuku, handuk, dan baju ganti. Cuci tangan sebelum dan sesudahnya.

  2. Bersihkan bagian besarnya dulu: gunakan bagian depan popok lama yang masih bersih untuk mengangkat sebagian besar kotoran.

  3. Lembekkan, jangan digosok: tempelkan kain lap basah hangat kuku pada bagian yang lengket selama beberapa detik, lalu usap pelan. Lebih baik beberapa kali pelan daripada sekali keras.

  4. Air saja sudah cukup: pada minggu-minggu pertama, kamu tidak perlu sabun atau tisu basah karena bisa mengiritasi kulit sensitif. Saat bepergian, tisu basah sesekali tidak apa-apa.

  5. Keringkan dengan ditepuk dan lindungi: tepuk bokong dan lipatan kulit sampai kering. Lapisan sangat tipis petroleum jelly atau krim pelindung ruam bisa membantu melindungi kulit pada hari-hari dengan banyak ganti popok. Jangan pakai bedak bayi, meski secara tradisional sering dipakai: kalau terhirup, bedak bisa merusak paru-paru.

  6. Usap ke arah yang benar: pada bayi perempuan selalu dari depan ke belakang, agar kuman dari usus tidak masuk ke vagina. Pada bayi laki-laki, jangan menarik kulup ke belakang.

  7. Biarkan area pusar tetap terbuka: lipat bagian pinggang popok ke bawah, di bawah pusar, agar sisa tali pusat mengering terkena udara. Jika kotor, bersihkan dengan air bersih lalu tepuk hingga kering. Kalau kulit di sekitarnya memerah, bernanah, atau bengkak, minta diperiksa pada hari yang sama.

  8. Jangan pernah tinggalkan bayi sendirian: saat mengganti popok di meja ganti, satu tangan harus selalu tetap menyentuh bayi.

Bayi yang masih sangat kecil sering membutuhkan 10 hingga 12 popok bersih per hari, bayi yang lebih besar biasanya 6 hingga 8. Itu adalah jumlah ganti popok, bukan patokan apakah asupan minumnya cukup — patokannya ada di bagian bawah.

Kalau bokong bayi ruam, ganti popok lebih sering, bersihkan hanya dengan air, tepuk sampai kering, biarkan bayi beberapa kali sehari tanpa popok selama beberapa menit di ruangan hangat, lalu oleskan krim pelindung ruam tipis-tipis. Jika tidak membaik, makin menyebar, atau kamu melihat bercak merah terang dengan batas tegas dan bintik-bintik kecil di tepinya, sering kali di lipatan kulit, mungkin ada infeksi jamur popok. Ini memerlukan salep dari praktik dokter anak.

Pup bayi di minggu pertama

Perubahan warna pada hari-hari pertama mengikuti pola yang cukup bisa diandalkan. Hari 1 dihitung sebagai 24 jam pertama setelah lahir.

  1. Hari 1 sampai 2 – mekonium: hitam sampai hijau zaitun tua, kental, dan lengket. Sedikitnya satu popok seperti ini per hari, sering kali lebih dari satu.

  2. Hari 2 sampai 4 – tinja transisi: hijau kecokelatan sampai hijau kekuningan, jauh lebih lembut, kadang seperti krim. Susu sudah masuk dan bercampur dengan sisa mekonium. Mulai hari ke-3, biasanya ada tiga kali BAB atau lebih per hari.

  3. Mulai hari ke-4 lebih terang, sekitar hari ke-5 kuning – tinja susu: pada bayi ASI warnanya kuning cerah sampai kuning mustard, cair sampai lembek; pada bayi susu formula kuning kecokelatan dan agak lebih padat.

Kenapa perubahan ini sangat membantu: tinja kuning menunjukkan bahwa susu sudah bergerak melalui usus. Popok kuning sekitar hari ke-5 adalah tanda yang sangat baik. Bayi ASI sejak saat itu sampai sekitar usia enam minggu biasanya BAB kuning tiga kali atau lebih per hari, masing-masing setidaknya sebesar lingkaran berdiameter sekitar 2,5 cm. Jika selama satu hari penuh jumlahnya kurang dari tiga, atau pada hari ke-5 tinja masih gelap dan kental, kemungkinan ASI yang masuk masih belum cukup: hubungi praktik dokter anak atau konselor menyusui pada hari yang sama dan minta bayi ditimbang. Apa yang bisa kamu lakukan sementara, ada di kotak „Popoknya terlalu sedikit?“

Pada hari-hari ini, susu dan tinja juga terkait dengan cara lain. Melalui tinja, bayi membuang bilirubin, yaitu pigmen kuning yang berperan pada kuning bayi baru lahir. Jika bayi minumnya sedikit, BAB-nya juga lebih sedikit, dan bilirubin bertahan lebih lama di tubuh. Itu juga sebabnya menyusui lebih awal dan lebih sering sangat membantu.

Kalau kamu tahu seperti apa yang „normal“, hal yang tidak biasa akan lebih mudah terlihat sendiri.

Pup bayi yang normal

Begitu fase mekonium lewat, pup bayi yang normal bisa tampak sangat berbeda tergantung cara makannya: pup bayi ASI, pup bayi susu formula, atau campurannya. Semua variasi ini normal:

  • Bayi ASI: kuning cerah sampai kuning mustard, kadang oranye, cair sampai creamy, sering dengan butiran kecil seperti keju cottage. Baunya ringan, sering sedikit asam, dan kadang bisa menyembur keluar.

  • Susu formula: kuning kecokelatan sampai cokelat, lebih padat dan cenderung seperti pasta, tetapi tidak pernah keras — paling padat seperti plastisin yang lembut. Baunya jauh lebih kuat.

  • Makan campuran: biasanya berada di antara keduanya, sering seperti pasta lembut.

Apa yang dimaksud „pucat“: kalau tinja tampak pudar, seperti kapur, keputihan, abu-abu, krem, atau seperti warna tanah liat, berarti pigmen dari empedu tidak ada. Ini bukan sekadar variasi kuning, melainkan alasan untuk memeriksakan bayi kamu dalam 24 jam. Kalau ragu, bandingkan dengan kartu warna tinja di bawah cahaya siang — penjelasan lengkapnya ada di bawah.

Kalau kamu mengganti jenis susu formula atau memberi botol selain menyusu langsung, warna, bau, dan kekentalan tinja memang bisa berubah. Beberapa formula khusus, misalnya yang sangat terhidrolisis, sering membuat tinja tampak kehijauan. Kalau tinja menjadi keras atau berbutir, tanyakan ke praktik dokter sebelum mengganti susu.

Warna pup bayi

Kuning–cokelat
normal
Hijau (umumnya)
normal
Merah/berdarah
dokter hari ini
Pucat/putih: dokter
dalam 24 jam

Hijau, berbusa, berlendir

Tinja hijau pada bayi hampir selalu masih termasuk variasi normal. Yang penting adalah membedakan hijau cerah atau hijau tua, yang normal, dengan tinja hijau pucat keabu-abuan, yang termasuk warna peringatan. Hijau bisa muncul jika isi usus bergerak lebih cepat, pada beberapa formula khusus, saat ada infeksi dengan diare, atau tanpa alasan yang jelas. Selama bayi kamu minum dengan baik, bertambah berat badannya, dan tampak segar, warna hijau saja bukan tanda bahaya.

Ada satu pengecualian yang perlu kamu tahu: tinja yang sedikit, jarang, berwarna hijau tua sampai kecokelatan, bersamaan dengan popok basah yang sedikit, bisa berarti bayi kamu mendapat ASI terlalu sedikit. Dalam keadaan ini, timbang bayi pada hari yang sama.

Lalu bagaimana dengan makanan yang kamu makan? Gas dari kol, bawang, atau kacang-kacangan tidak masuk ke ASI. Secara medis kamu tidak perlu menghindari makanan tertentu saat menyusui, meski secara tradisional beberapa keluarga di Indonesia punya pantangan makanan tertentu selama masa nifas. Hanya kalau kamu benar-benar merasa ada sesuatu yang tidak cocok untuk bayi, kamu boleh mencobanya untuk sementara. Diet sungguhan sebaiknya dilakukan dengan pendampingan medis.

Kekentalannya juga bisa memberi petunjuk:

  • Berbutir seperti keju cottage: normal, terutama pada bayi ASI.

  • Menyembur, hampir seperti meledak: normal pada bayi yang menyusu.

  • Sedikit lendir: pada bayi yang tampak segar dan minumnya baik, sering kali tidak berbahaya.

  • Lendir dengan garis-garis darah: ke praktik dokter anak atau Puskesmas pada hari yang sama.

  • Sangat cair, hampir seluruhnya meresap ke popok, jauh lebih sering daripada biasanya: curiga diare.

  • Keras, berbutir, seperti pelet kecil: tanda konstipasi. Pada bayi yang ASI eksklusif, ini sangat tidak biasa dan perlu diperiksa.

Yang penting untuk bayi ASI: tinja cair bukan berarti diare, justru itulah yang normal. Diare dikenali dari perubahannya: mendadak jauh lebih sering dan jauh lebih encer dari biasanya. Karena bayi bisa cepat kehilangan cairan, hubungi praktik dokter anak; di luar jam praktik, langsung ke IGD rumah sakit terdekat atau Puskesmas 24 jam.

Pada bayi ASI, pup encer itu hal biasa. Diare terlihat dari adanya perubahan.

Merah atau oranye di popok

Pada hari-hari pertama, banyak orang tua melihat bercak seperti bubuk berwarna oranye sampai merah muda di popok. Biasanya ini bukan darah, melainkan kristal kecil garam asam urat di urine. Hal ini terjadi saat urine masih sangat pekat, jadi sangat wajar selama jumlah susu yang masuk masih sedikit.

Dalam tiga hari pertama kehidupan, ini normal. Begitu ASI atau susu makin banyak, urine menjadi lebih terang dan kristal ini menghilang. Kalau kamu masih melihatnya mulai hari ke-4 kehidupan, itu tanda bahwa asupan susu mungkin kurang: susui lebih sering dan bicarakan dengan praktik dokter anak atau konselor menyusui pada hari yang sama. Jika muncul lagi belakangan, misalnya saat cuaca panas atau demam, urine juga berarti terlalu pekat: tawarkan payudara atau botol lebih sering, dan kalau popok basah tetap sedikit, segera hubungi layanan medis.

Kristal garam asam urat ini tampak seperti bubuk atau kristal, cenderung oranye-merah muda, dan berada di bercak urine. Darah justru berwarna merah sampai kecokelatan, atau terlihat sebagai garis dan serat dalam tinja. Kalau kamu tidak yakin, anggap saja itu darah.

Pada bayi perempuan ada satu penjelasan tidak berbahaya lagi: antara hari ke-2 sampai hari ke-10 kehidupan, bisa keluar sedikit darah dari vagina, semacam perdarahan semu kecil karena hormon kehamilan turun cepat setelah lahir. Biasanya akan berhenti sendiri setelah tiga sampai empat hari. Kalau berlangsung lebih lama, makin banyak, atau darahnya tidak jelas berasal dari vagina, minta diperiksa.

Darah dalam tinja selalu perlu diperiksa dokter pada hari yang sama, begitu juga tinja yang kembali hitam setelah fase mekonium lewat. Penyebab terseringnya tetap biasanya bisa ditangani dengan baik:

  • Darah ibu yang tertelan: saat persalinan atau kemudian dari puting yang lecet dan berdarah. Ini bisa tampak sebagai serpihan gelap atau tinja hitam, kadang juga di muntahan. Saat diperiksa, beri tahu jika puting kamu berdarah. Puting lecet juga tanda bahwa pelekatan saat menyusui perlu dievaluasi.

  • Robekan kecil di anus: garis merah terang di bagian luar tinja, sering setelah tinja keras.

  • Reaksi terhadap protein susu sapi: lendir dengan garis darah pada bayi yang selebihnya tampak segar, dan ini juga bisa terjadi pada bayi ASI eksklusif. Jangan langsung mengubah pola makan sendiri atau menyapih, tetapi periksakan ke dokter.

Simpan popoknya atau foto di bawah cahaya siang. Bayi kamu perlu bantuan segera jika darahnya banyak, jika tinjanya hitam seperti aspal disertai bayi tampak pucat, jika ada darah dalam muntahan, perut kembung, atau ia tampak lemas. Kalau setelah lahir bayi kamu belum mendapat suntikan vitamin K, setiap perdarahan harus segera diperiksa.

Noda oranye-merah muda di hari-hari awal biasanya bukan darah, melainkan kristal urat.

Seberapa sering BAB masih normal?

Seberapa sering bayi „harus“ BAB sangat bervariasi dan berubah cukup jelas dalam minggu-minggu pertama.

Bayi ASI, sampai sekitar usia enam minggu: biasanya tiga kali atau lebih tinja lembek per hari, kadang setelah hampir setiap kali minum. Kurang dari tiga kali dalam satu hari penuh justru menjadi tanda peringatan di usia ini: timbang bayi pada hari yang sama.

Bayi ASI, mulai sekitar usia enam minggu: pada banyak bayi, BAB menjadi lebih jarang. Ada yang masih beberapa kali sehari, ada yang hanya setiap beberapa hari, dan sebagian hanya sekitar sekali seminggu. Jika saat keluar tinjanya lembek, bayi minum dengan baik, popok basahnya cukup, dan berat badannya naik, itu bukan konstipasi. Tetapi kalau lebih dari tujuh hari belum BAB, tetap hubungi praktik dokter anak, meski bayi tampak ceria. Kalau di usia 10 minggu bayi kamu masih BAB hampir setiap kali makan, itu juga normal.

Bayi susu formula: biasanya satu sampai dua kali sehari, pada minggu-minggu pertama bisa lebih sering, dan belakangan tiap dua hari sekali juga masih wajar. Jeda yang lebih panjang pada bayi botol lebih jarang termasuk normal: kalau lebih dari dua hari tidak BAB, atau tinjanya keras, berbutir, atau bulat-bulat, hubungi praktik dokter anak atau Puskesmas.

Lalu bagaimana dengan mengejan? Banyak bayi merintih, mendorong, wajahnya jadi merah sekali, dan menangis sebelum akhirnya BAB, kadang selama 10 hingga 30 menit. Para ahli menyebutnya diskezia bayi. Selama sembilan bulan di dalam kandungan, sfingter harus tetap tertutup — sekarang bayi sedang belajar melemaskannya pada saat yang tepat sambil mengejan dengan perut. Kalau akhirnya yang keluar tinja lembek, itu bukan konstipasi. Tenangkan bayi, boleh dengan kaki ditekuk, dan jangan memasukkan apa pun ke anus untuk „membantu“ — itu justru menunda kemampuannya belajar sendiri. Pada usia dua hingga tiga bulan, kebanyakan bayi sudah bisa melakukannya.

Kalau benar konstipasi — tinja keras, berbutir, atau seperti pelet kecil — kamu bisa mencoba hal berikut:

  1. Pada bayi susu formula, cek cara membuatnya: ikuti petunjuk kemasan dengan tepat, air dulu, lalu sendok takar rata, jangan pernah menambah satu sendok ekstra dan jangan diencerkan.

  2. Pijat perut dengan tangan hangat secara lembut searah jarum jam mengelilingi pusar.

  3. Tekuk lutut bayi perlahan ke arah perut dan tahan sebentar, seperti posisi jongkok, atau gerakkan kakinya pelan seperti mengayuh sepeda.

  4. Susui bayi ASI lebih sering, bayi botol tetap diberi minum seperti biasa.

Sebaiknya jangan tanpa saran dokter: supositoria, enema, laktosa, teh, air, atau jus, dan jangan merangsang anus dengan termometer atau cotton bud. Madu sama sekali tidak boleh diberikan sepanjang tahun pertama karena bisa mengandung kuman penyebab botulisme pada bayi. Jika tidak membantu, bayi tampak kesakitan, perutnya kembung, atau muntah, ia perlu diperiksa di praktik dokter anak atau Puskesmas. Kalau dulu mekonium juga keluar terlambat dan sejak itu bayi berulang kali mengalami tinja keras serta perut kembung, sampaikan hal ini secara khusus kepada dokter.

Sedikit gambaran ke depan: saat mulai MPASI, tinja akan menjadi lebih cokelat, lebih padat, dan baunya lebih kuat. Potongan makanan yang belum tercerna, misalnya wortel, adalah hal yang normal, dan beberapa sayuran memang bisa membuat warnanya oranye atau kemerahan.

Di popok, banyak warna masih bisa normal. Kamu justru perlu lebih waspada saat warnanya hilang.

Tinja pucat pada bayi

Buka Buku KIA bayimu dan cari kartu warna tinja. Kartu ini biasanya menampilkan tujuh kotak warna. Kotak 1 sampai 4 menunjukkan warna tinja yang sehat — cokelat, hijau kecokelatan, oranye, dan kuning. Kotak 5 sampai 7 menunjukkan warna pucat: kuning muda, hijau pucat, dan krem. Tiga warna terakhir inilah warna peringatan.

Di balik kartu ini ada penyakit yang jarang tetapi serius: atresia bilier. Pada kondisi ini, saluran empedu tersumbat sehingga empedu tidak bisa mengalir ke usus. Karena empedu memberi warna pada tinja, tinja menjadi pucat, seperti tanah liat, atau hampir putih. Sering kali juga ada kuning yang tidak hilang dan urine yang tampak sangat gelap. Kondisi ini diperkirakan mengenai sekitar 1 dari 20.000 bayi, dan bayi-bayi ini sering tampak sehat cukup lama. Kepucatan bisa sudah ada sejak awal atau berkembang perlahan dalam minggu-minggu pertama — karena itu, memperhatikan warna tinja sejak awal sangat penting.

Kenapa hitungan hari sangat penting di sini: penyakit ini bisa dioperasi, dan operasi paling membantu jika dilakukan dini, idealnya dalam dua bulan pertama kehidupan. Semakin cepat, semakin lama hati bayi sendiri bisa dipertahankan. Selain itu, tanpa empedu di usus, tubuh sulit menyerap vitamin K sehingga pembekuan darah juga terganggu — itulah sebabnya suntikan vitamin K segera setelah lahir sangat penting.

Cara memakai kartunya: setelah fase mekonium lewat, lihat popok bayi sekali sehari secara sadar, paling baik di bawah cahaya siang — cukup dua detik, tidak perlu jadi ritual pemeriksaan panjang. Kalau tinja tampak lebih terang dari biasanya, bandingkan dengan kartu warna tinja yang kamu miliki. Jangan membandingkan dengan foto di ponsel karena layar bisa mengubah warna. Jika warna tinja cocok dengan salah satu kotak pucat atau tampak keputihan, abu-abu, atau seperti tanah liat, minta bayi kamu diperiksa dokter dalam 24 jam, meski ia terlihat sehat dan jadwal kontrol berikutnya masih beberapa minggu lagi. Satu popok yang jelas pucat saja sudah cukup, dan bila jatuh pada akhir pekan artinya: segera ke IGD rumah sakit terdekat, jangan menunggu sampai Senin.

Ini juga berlaku setelah usia dua bulan: tinja pucat di usia berapa pun adalah alasan untuk diperiksa dalam 24 jam. Dan kalau selama ini kamu belum pernah melihat kartu tersebut, tetapi selalu melihat popok yang warnanya kuning cerah, oranye, hijau, atau cokelat, berarti kamu tidak melewatkan apa-apa. Kalau Buku KIA-mu tidak memuat kartunya, gunakan deskripsi di sini sebagai pembanding dan tanyakan di Puskesmas atau praktik dokter.

Kuning pada bayi baru lahir

Lebih dari setengah semua bayi baru lahir akan tampak agak kuning pada hari-hari pertama, biasanya paling jelas sekitar hari ke-3 — sering justru saat kamu sudah di rumah, di mana pun bayi lahir. Dalam kebanyakan kasus, warna kuning ini hilang sendiri dalam dua minggu. Cara memeriksanya:

  1. Ajak bayi ke cahaya siang, bukan di bawah lampu.

  2. Tekan sebentar ujung hidung atau dahi dengan satu jari lalu lepaskan. Kalau bagian yang tadi ditekan tampak kekuningan, bukan putih, berarti bayi tampak kuning.

  3. Lihat bagian putih matanya — ini sangat penting pada kulit yang lebih gelap, karena warna kuning lebih sulit terlihat di sana.

  4. Perhatikan sampai sejauh mana warna kuningnya. Biasanya mulai di wajah lalu, jika nilainya naik, menyebar ke dada dan perut sampai lengan dan kaki.

Kuning hanya di wajah memang sering terjadi. Hubungi praktik dokter anak pada hari yang sama jika warna kuning makin jelas, jika perut, lengan, atau kaki ikut kuning, atau jika bayi jadi sulit dibangunkan, minumnya buruk, atau rewel. Mata mudah keliru menilai; nilainya bisa diukur di praktik dokter. Jika kamu melahirkan di rumah, setiap warna kuning sebaiknya diperiksa di praktik dokter anak dan nilainya diukur, meski bayi tampak sehat. Kalau kamu pulang lebih awal setelah melahirkan, prinsipnya juga sama: lebih baik diperiksa terlalu cepat daripada terlambat.

Kalau kuning bertahan lebih dari dua minggu, atau lebih dari tiga minggu pada bayi prematur, kondisi ini perlu dievaluasi dokter, biasanya dengan pemeriksaan darah. Di sana juga ada satu nilai yang menunjukkan apakah empedu mengalir dengan baik (bilirubin langsung). Tidak apa-apa kalau kamu ingin menanyakannya. Pada bayi ASI, kuning yang berlangsung lebih lama sering kali tidak berbahaya, tetapi itu baru bisa dipastikan setelah diperiksa. Terus menyusui hampir selalu merupakan pilihan yang tepat; air putih atau teh tidak membantu.

Bayi kamu perlu bantuan medis segera jika sudah tampak kuning pada hari pertama kehidupan, atau jika ia kuning sekaligus hampir tidak bisa dibangunkan atau tidak mau minum.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Apakah bayi saya minum cukup?

Terutama pada hari-hari pertama, banyak ibu meragukan apakah ASI-nya cukup, dan memang tidak ada yang bisa mengukurnya langsung. Di sinilah popok basah dan popok berisi sangat membantu: keduanya adalah salah satu tanda sehari-hari terpenting bahwa asupan susu bayi cukup.

Jumlah popok basah meningkat sedikit demi sedikit pada hari-hari pertama, seiring bertambahnya jumlah susu. Sampai hari ke-4, aturan praktisnya: kira-kira sebanyak usia bayi dalam hari.

  • Hari 1 (24 jam pertama): minimal satu, biasanya satu sampai dua

  • Hari 2: dua sampai tiga

  • Hari 3: tiga sampai empat

  • Hari 4: empat sampai lima

  • Mulai hari ke-5: minimal enam popok yang benar-benar basah dalam 24 jam, sering enam sampai delapan

Seberapa basah itu „benar-benar basah“? Popok sekali pakai modern menyerap sangat baik, jadi bahkan popok penuh pun bisa terasa hampir kering. Begini cara membayangkannya:

  • Tes 45 ml: tuang tiga sendok makan air, yaitu sekitar 45 ml, ke dalam popok bersih lalu angkat. Kira-kira seperti itulah rasanya popok yang basah dengan baik mulai hari ke-4 sampai ke-5. Pada hari-hari pertama, popok memang wajar terasa lebih ringan.

  • Timbangan dapur: timbang popok bersih dan popok bekas. Tambahan 1 gram setara dengan sekitar 1 ml urine, jadi tambahan sekitar 45 gram berarti popok itu basah dengan baik.

  • Garis indikator basah: banyak popok punya garis yang berubah warna. Ini menunjukkan bahwa popok basah, tetapi tidak memberi tahu seberapa banyak.

  • Warnanya: pada bayi yang asupannya cukup, urine berwarna bening sampai kuning pucat. Urine kuning tua setelah hari-hari pertama menandakan cairan yang masuk mungkin kurang.

Saat menghitung, ingat: satu popok yang berisi urine dan tinja dihitung untuk keduanya, dan angkanya biasanya masuk akal jika kamu mengganti popok kira-kira di setiap waktu minum. Setelah beberapa minggu pertama, kamu mungkin lebih jarang mengganti karena popok menampung lebih banyak. Saat itu yang dilihat adalah gambaran keseluruhan: popok berat, urine terang, dan berat badan bayi bertambah. Pada usia 6–12 minggu biasanya ada sekitar enam popok yang benar-benar basah dalam 24 jam, dengan urine bening sampai kuning pucat. Satu malam panjang dengan popok pagi yang sangat berat bukan tanda bahaya. Tetapi jika mulai sekitar hari ke-5 popok benar-benar kering lebih dari delapan jam (cek dengan timbangan dapur), segera minta saran medis.

Tanda-tanda bayi kekurangan cairan: popok sangat sedikit, ringan, atau kuning tua; mulut kering atau air liur lengket; ubun-ubun yang cekung — bagian lunak di atas kepala tampak jauh lebih rendah dari biasanya saat bayi dipegang tegak — serta bayi yang tampak sangat mengantuk atau sangat rewel. Jika kamu melihat salah satunya, susui lebih sering atau tawarkan botol dan hubungi dokter anak hari itu juga; malam hari, langsung ke IGD rumah sakit terdekat. Jika ubun-ubun cekung, bayi hampir tidak minum, atau tampak lemas, ia perlu bantuan medis segera. Air putih atau teh sebaiknya tidak diberikan begitu saja: pada bulan-bulan pertama, semua cairan bayi berasal dari ASI atau susu formula, termasuk saat cuaca panas.

Tetapi popok bukan satu-satunya tanda. Hal-hal berikut sama pentingnya:

  • Sering minum: pada minggu-minggu pertama, banyak bayi ingin minum delapan hingga dua belas kali dalam 24 jam, termasuk malam hari. Tanda lapar awal antara lain bunyi kecapan, menjulurkan lidah, memutar kepala mencari, dan tangan ke mulut; menangis adalah tanda yang datang belakangan.

  • Pelekatan yang baik: mulut bayi terbuka lebar, dagu menyentuh payudara, dan di atas bibir atas terlihat lebih banyak areola gelap daripada di bawah bibir bawah. Pipi tampak bulat, setelah beberapa hisapan cepat ritmenya melambat, dan kamu bisa mendengar ia menelan. Setelah detik-detik pertama, seharusnya tidak terasa sakit.

  • Tanda peringatan saat menyusui: nyeri yang terus berlanjut, puting lecet atau berdarah, atau hampir setiap sesi minum berlangsung lebih dari 50 menit tanpa bayi benar-benar puas. Dalam kondisi ini, segera cari konseling menyusui.

  • Terlihat puas: setelah sebagian besar sesi minum, bayi tampak rileks dan payudara kamu terasa lebih lembut.

Berat badan adalah tanda yang paling dapat diandalkan. Pada hari-hari pertama, bayi memang biasanya turun berat badan dulu. Penurunan hingga sekitar 7 persen itu umum; pada berat lahir 3.500 gram berarti 245 gram. Kalau lebih dari itu, pola minumnya perlu dilihat lebih saksama; bila mencapai 10 persen, dalam contoh ini 350 gram, harus dievaluasi dokter. Biasanya berat lahir kembali tercapai dalam tujuh sampai sepuluh hari, paling lambat pada usia dua minggu. Setelah itu, pada dua bulan pertama bayi bertambah sekitar 170–330 gram per minggu.

Lalu siapa yang menimbang kalau tidak ada bidan? Hubungi praktik dokter anak atau Puskesmas dan minta janji timbang singkat, atau datang ke Posyandu bulanan. Timbang tanpa pakaian, pada timbangan yang sama, sekitar seminggu sekali, bukan tepat sebelum atau sesudah minum. Menimbang diri sekali sambil menggendong bayi lalu sekali tanpa bayi di timbangan orang dewasa terlalu tidak akurat untuk selisih sekecil ini.

Ada satu hal yang sering mengejutkan: bayi baru lahir yang sangat tenang, jarang meminta minum, dan tidur lama belum tentu kenyang. Bayi yang mendapat asupan terlalu sedikit kadang justru menjadi lebih mengantuk daripada rewel, dan bisa tampak sangat „puas“. Kalau ia jarang memberi tanda atau jumlah popoknya tertinggal, bangunkan untuk minum — saat tidur ringan, tanpa baju, kulit ke kulit — dan hubungi praktik dokter anak atau konselor menyusui pada hari yang sama.

Catat popoknya, setidaknya sampai angkanya sudah sesuai dan berat lahirnya sudah kembali. Kertas di meja ganti dengan empat kolom sudah cukup: jam, basah, tinja beserta warnanya, dan minum. Atau masukkan ke Moonsleep. Yang penting, jam tiga pagi kamu tidak perlu menghitung dari ingatan, dan saat menelepon kamu bisa memberi jawaban yang jelas, bukan sekadar menebak.

Yang penting diingat: satu-dua angka bukan nilai buat kamu atau proses menyusuimu. Menghitung popok hanyalah gambaran kasar, bukan alat ukur presisi. Yang menentukan adalah gambaran keseluruhan dari popok, minum, dan berat badan.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Perhatikan ini

Bayi kamu perlu bantuan medis segera — melalui 119 (atau 112) atau ke IGD anak terdekat, termasuk di siang hari — jika ia:

  • muntah hijau rumput sampai hijau tua, atau perutnya penuh, tegang, dan menonjol,

  • sangat sulit dibangunkan, tampak lemas, ubun-ubunnya cekung, atau hampir tidak mau minum,

  • mulai sekitar hari ke-5 tidak punya popok basah selama lebih dari delapan jam,

  • sudah tampak kuning pada hari pertama kehidupan,

  • punya banyak darah dalam tinja, darah dalam muntahan, atau tinja hitam seperti aspal dan tampak pucat, atau berdarah dari pusar, hidung, atau mulut tanpa sebab jelas,

  • berusia kurang dari tiga bulan dan suhu yang diukur lewat anus 38,0 °C atau lebih — atau kurang dari 36,5 °C.

Hubungi 119 (atau 112), jangan berangkat sendiri, jika bayi sulit bernapas, tampak kebiruan atau keabu-abuan, mengalami kejang, tidak benar-benar bangun, atau jika kamu sendirian dan tidak yakin bisa berkendara dengan aman.

Cara mengukur yang benar: gunakan termometer digital, olesi ujungnya dengan sedikit petroleum jelly, baringkan bayi telentang, angkat kedua kakinya, lalu masukkan ujung termometer hanya sekitar 1 sampai 2 cm ke anus. Pegang termometer sampai berbunyi. Jika hasilnya di bawah 36,5 °C, cek apakah ujungnya sudah masuk dengan benar lalu ukur lagi segera. Jika tetap di bawah itu atau bayi tampak lemas, segera cari bantuan. Jika 38,0 °C atau lebih: jangan menunggu dan jangan terus mengukur ulang sampai angkanya „sesuai“.

Periksakan dalam 24 jam — juga malam hari dan akhir pekan lewat IGD rumah sakit terdekat atau Puskesmas 24 jam, meski bayi tampak sehat:

  • tinja pucat, keputihan, abu-abu, krem, atau seperti tanah liat, atau yang cocok dengan kotak pucat pada kartu warna tinja,

  • 48 jam setelah lahir masih belum ada mekonium — berarti tetap pada hari itu juga, jangan menunggu besok.

Telepon pada hari yang sama — ke praktik dokter anak atau Puskesmas, di luar jam praktik ke IGD rumah sakit terdekat, dan kalau kamu punya bidan juga ke dia — jika:

  • bayi cukup bulan kamu belum mengeluarkan mekonium atau belum punya popok basah dalam 24 jam setelah lahir,

  • jumlah popok basahnya lebih sedikit dari angka di atas, mulai hari ke-5 kurang dari enam dalam 24 jam,

  • urine tetap kuning tua setelah hari-hari pertama atau mulai hari ke-4 kehidupan masih muncul kristal garam asam urat berwarna oranye-merah muda,

  • pada sekitar hari ke-5 tinja masih gelap dan kental, atau bayi ASI kamu sampai usia sekitar enam minggu BAB kurang dari tiga kali sehari,

  • ada darah dalam tinja atau tinja kembali hitam setelah fase mekonium lewat (kecuali bayi mendapat tetes zat besi, yang biasanya hanya pada bayi prematur),

  • kuningnya bertambah, mencapai perut atau kaki, bertahan lebih dari dua minggu, atau baru muncul setelah itu,

  • ia kehilangan 10 persen dari berat lahirnya atau pada usia dua minggu berat lahirnya belum kembali,

  • ia minumnya buruk, jarang memberi tanda ingin minum, sangat mengantuk, atau muntah menyembur beberapa kali.

Sebelum menelepon, siapkan ini: usia dalam hari atau minggu, berat terakhir, jumlah popok basah dan BAB dalam 24 jam terakhir, waktu minum terakhir, suhu beserta jam dan cara mengukurnya, foto popok di bawah cahaya siang, dan sejak kapan keadaannya seperti itu. Satu kalimat untuk memulai sudah cukup: „Bayi saya usia sepuluh hari, sejak pagi hanya punya dua popok basah dan minumnya buruk.“

Untuk keluhan darurat, segera hubungi 119 (atau 112). Untuk yang mendesak tetapi tidak mengancam nyawa, ke IGD rumah sakit terdekat atau Puskesmas 24 jam kalau ada. Kamu tidak perlu menilai sendiri semuanya. Lebih baik menelepon sekali terlalu sering daripada sekali terlambat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama mekonium berlangsung?

Biasanya dua sampai tiga hari. Pada bayi cukup bulan, mekonium pertama hampir selalu keluar dalam 24 jam pertama, lalu pada hari pertama dan kedua sering masih ada beberapa popok hitam lengket. Mulai sekitar hari ke-2, susu mulai bercampur, tinja menjadi hijau kecokelatan dan lebih lembut, dan sekitar hari ke-5 berubah menjadi kuning. Pada bayi prematur, semua ini bisa berlangsung lebih lama. Jika 24 jam setelah lahir belum ada mekonium sama sekali, beri tahu pada hari itu juga; setelah 48 jam, bayi kamu harus diperiksa dokter.

Berapa lama bayi boleh tidak BAB?

Itu tergantung usia dan jenis asupannya. Bayi ASI di bawah sekitar enam minggu biasanya BAB setiap hari, paling sering tiga kali atau lebih. Kurang dari tiga kali BAB dalam satu hari penuh pada usia ini adalah alasan untuk menelepon pada hari yang sama dan menimbang bayi. Mulai sekitar usia enam minggu, jeda beberapa hari pada bayi ASI masih normal jika setelah itu tinjanya lembek, bayi minum dengan baik, punya cukup popok basah, dan berat badannya naik. Tetapi kalau lebih dari tujuh hari tidak BAB, tetap hubungi praktik dokter anak atau Puskesmas. Bayi susu formula biasanya BAB satu sampai dua kali sehari, setidaknya tiap dua hari sekali. Kalau lebih lama dari itu, atau tinjanya keras, tanyakan ke praktik dokter.

Di hari ke-4 tinjanya masih gelap — apakah itu normal?

Sering kali ya. Antara hari ke-2 sampai ke-4, tinja transisi yang kehijauan dan masih agak gelap itu normal; mulai hari ke-4 warnanya biasanya makin terang, dan sekitar hari ke-5 menjadi kuning. Jika pada hari ke-5 masih gelap dan kental, kemungkinan asupan susu yang masuk masih kurang: susui lebih sering dan hubungi praktik dokter anak atau konselor menyusui pada hari yang sama. Berbeda kalau tinja sebelumnya sudah kuning lalu kembali hitam. Itu bisa berarti darah yang sudah tercerna dan perlu diperiksa dokter pada hari yang sama. Sering kali penyebabnya darah dari puting ibu yang lecet dan berdarah, jadi sebutkan hal itu saat pemeriksaan. Tetes zat besi juga bisa membuat tinja gelap.

Perlukah saya membangunkan bayi baru lahir yang mengantuk untuk minum?

Pada minggu-minggu pertama, sering kali ya. Sampai berat lahir bayi kembali dan kenaikannya baik, ia membutuhkan setidaknya delapan kali minum dalam 24 jam. Perhitungannya dari awal satu sesi minum ke awal sesi berikutnya, dan jedanya sebaiknya tidak lebih dari sekitar empat jam, termasuk malam hari. Cara membangunkannya: tunggu saat tidur ringan, misalnya ketika matanya bergerak di balik kelopak atau mulutnya mulai mengecap. Buat ruangan sedikit lebih terang, lepaskan bajunya hingga tinggal popok, lalu ganti popoknya. Gendong tegak, ajak bicara, usap punggung dan telapak kaki. Setelah itu, susui dengan kontak kulit ke kulit. Kalau ia tertidur lagi di payudara, tekan payudara dengan lembut atau ganti sisi. Jika berat badannya naik dengan baik, kamu boleh membiarkannya tidur lebih lama pada malam hari. Jika meski begitu ia hampir tidak bangun, bahkan saat dibuka bajunya, lengan dan kakinya lunglai, atau ia hanya merengek pelan, ia perlu bantuan medis segera.

Bagaimana membedakan diare, kalau tinja ASI memang cair?

Lihat perubahannya. Diare berarti: tiba-tiba jauh lebih sering dan jauh lebih encer dari biasanya, tinja hampir seluruhnya meresap ke popok, kadang disertai lendir, darah, atau bau yang menusuk. Dalam kondisi ini, hubungi praktik dokter anak; di luar jam praktik, langsung ke IGD rumah sakit terdekat. Sambil menunggu: tetap menyusui dan lebih sering susui, susu formula tetap dibuat seperti biasa, jangan diencerkan. Larutan oralit (ORS) bisa membantu, tanya dulu ke dokter atau Puskesmas soal takarannya. Cuci tangan dengan saksama setiap selesai mengganti popok. Bayi kamu perlu bantuan medis segera jika ia minumnya buruk, popok basahnya hampir tidak ada, tampak lemas, atau berusia kurang dari tiga bulan dan suhunya 38,0 °C atau lebih.

Seberapa sering saya perlu membandingkan tinja dengan kartu warna tinja?

Kamu tidak perlu memeriksa setiap popok. Setelah fase mekonium lewat, cukup lihat sebentar dengan sadar sekali sehari di bawah cahaya siang, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. Jika tinja tampak lebih terang dari biasanya, bandingkan dengan kartu warna tinja di Buku KIA, bukan foto di ponsel. Tinja yang pucat, keputihan, abu-abu, atau seperti tanah liat berarti di usia berapa pun: harus diperiksa dokter dalam 24 jam, meski bayi tampak sehat.

Bolehkah saya memberi bayi air putih atau teh?

Dalam empat hingga enam bulan pertama, bayi tidak membutuhkan air putih maupun teh, termasuk jamu bayi, air gula, atau jus. ASI atau susu formula sudah memenuhi kebutuhan cairannya sepenuhnya, termasuk saat kuning atau tinja keras. Pada hari yang panas, saat demam, atau diare, bayi ASI disusui lebih sering; bayi botol ditawari botol lebih sering. Formula harus selalu dibuat persis sesuai petunjuk kemasan, jangan lebih encer dan jangan lebih pekat. Madu dilarang sepanjang tahun pertama. Kalau popok bayi tetap sedikit atau berwarna gelap, hubungi praktik dokter anak atau Puskesmas.

Apakah saya harus mengganti popok bayi pada malam hari?

Popok yang berisi tinja selalu perlu diganti, termasuk malam hari, karena tinja bisa mengiritasi kulit. Kalau popoknya hanya berisi urine, kamu bisa menilai situasinya: jika sudah sangat penuh, bocor, atau bokong bayi kemerahan, gantilah. Nyalakan lampu redup saja, siapkan semuanya sebelumnya, dan bicara pelan. Kalau bayi cepat tertidur saat minum, ganti popok sebelum sesi minum atau di antara dua sisi payudara agar ia tetap lebih terjaga. Setelah itu, bayi kembali tidur telentang di kantong tidur, di tempat tidurnya sendiri, tanpa selimut, bantal, atau boneka. Pada hari-hari pertama, selama kamu masih menghitung popok basah, memang ada gunanya melihat sebentar setiap popok.

Moonsleep memberikan panduan, bukan saran medis. Isinya didasarkan pada pedoman klinis dan sumber ahli, lalu diperiksa berdasarkan database referensi Moonsleep.