Untukmu

Tas ke rumah sakit: apa yang benar-benar perlu dibawa

Mulai siapin di usia kehamilan berapa, apa saja yang wajib dibawa, dan apa yang biasanya disediakan rumah sakit: checklist untuk persalinan, masa nifas, dan bayi.

Waktu baca 29 menit

Di minggu-minggu terakhir kehamilan, biasanya ada satu momen saat kamu menatap tas rumah sakit yang masih kosong dan bertanya-tanya: sebenarnya apa saja yang harus masuk ke dalamnya? Versi singkatnya: siapkan paling lambat di 37+0, yaitu awal minggu ke-38 kehamilan — yang benar-benar wajib hanya Buku KIA, kartu BPJS Kesehatan, dan KTP, lalu untuk perjalanan pulang dengan mobil kamu perlu car seat bayi. Banyak hal lain biasanya sudah disediakan rumah sakit. Di sini kamu akan menemukan panduan lengkap untuk melahirkan di rumah sakit, langkah demi langkah dan dalam bentuk daftar centang, termasuk kalau kamu berencana tanpa pendamping atau tanpa bidan. Kalau bayimu sudah lahir, bagian yang paling penting buatmu terutama tentang perjalanan pulang, masa nifas, dan kotak “Perhatikan ini” di bagian paling bawah.

Tas rumah sakit sekilas

Siap dikemas
sebelum 37+0
Bawaan
2 tas
Rawat inap
sekitar 3 hari
Operasi caesar
3–7 hari

Usia kehamilan berapa tas rumah sakit harus disiapkan?

Untuk menyiapkan tas rumah sakit, bukan hanya HPL yang perlu jadi patokan: kurang dari lima persen bayi lahir tepat di tanggal itu, dan kebanyakan lahir dalam sepuluh hari sebelum atau sesudahnya. Mulai 37+0 — artinya genap 37 minggu, yaitu awal minggu ke-38 kehamilan — persalinan tidak lagi dianggap kelahiran prematur. Jadi paling lambat saat itu, tasmu sebaiknya sudah siap di dekat pintu.

Kalau kamu hamil kembar, siapkan jauh lebih awal, karena bayi kembar lebih sering lahir lebih cepat. Tanyakan saat kontrol, kira-kira mulai minggu berapa kamu perlu berjaga-jaga — begitu juga kalau ada alasan lain yang membuat persalinan mungkin terjadi lebih awal. Dan sekalipun kamu merencanakan persalinan rawat jalan, tetap bawa perlengkapan untuk beberapa hari: rencana kadang berubah.

Sebelum 37+0, sebaiknya ini juga sudah beres: car seat bayi sudah dicoba di mobil, tangki bensin terisi penuh, dan nomor-nomor penting sudah ditulis di kertas.

Satu tas atau dua tas?

Yang paling praktis biasanya membagi bawaan ke dalam beberapa bagian: dua tas, bukan satu koper besar untuk ke rumah sakit, ditambah satu tas kecil yang menunggu di rumah:

  • Tas ruang bersalin — paling enak berupa ransel atau tas selempang kecil supaya tangan tetap bebas. Isinya dokumen penting dan semua yang kamu perlukan selama jam-jam persalinan. Tas ini dibawa langsung.

  • Tas rawat inap — tas bepergian atau koper kecil beroda seukuran kabin untuk hari-hari setelah melahirkan. Roda akan sangat membantu, karena saat pulang nanti car seat bayi juga harus dibawa. Masukkan juga kantong untuk pakaian kotor.

  • Tas pulang berisi baju bayi untuk pulang. Tas ini tetap di rumah di dekat car seat bayi dan baru dibawa saat hari kepulangan.

Kalau kalian pergi dengan mobil sendiri, tas rawat inap bisa menunggu di bagasi sampai kamu sudah masuk ruang perawatan. Kalau datang dengan taksi atau ambulans, bawa kedua tas sekaligus atau biarkan tas rawat inap sudah siap di dekat pintu supaya ada yang bisa menyusulkannya. Kalau kamu merencanakan persalinan rawat jalan, tas pulang dan car seat bayi sebaiknya sejak awal sudah ada di mobil.

Tempelkan secarik catatan berisi isi tas di bagian paling atas setiap tas rumah sakit, supaya orang lain pun bisa cepat menemukan yang dibutuhkan.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Checklist yang bisa langsung dicentang

Ini checklist lengkap tas rumah sakit dalam sekali lihat, dengan jumlah untuk sekitar tiga hari — biasanya itulah lama rawat inap setelah melahirkan, dan lebih lama setelah operasi caesar. Yang dicetak tebal adalah yang benar-benar dibutuhkan, sisanya untuk kenyamanan.

Dokumen — taruh paling atas di tas ruang bersalin

  • Buku KIA, kartu BPJS Kesehatan, KTP

  • Surat rujukan, jika dokter atau klinik tempat kontrol memberikannya

  • Kartu alergi dan kartu vaksin, jika ada

  • Dokumen untuk Disdukcapil dalam map plastik bening yang diberi label

  • Catatan berisi nomor penting dan obat-obatan yang kamu konsumsi beserta dosisnya

Tas ruang bersalin

  • 1–2 kaus panjang longgar atau baju tidur, ditambah atasan yang terbuka di bagian depan

  • 1 pasang kaus kaki hangat, 1 kardigan

  • Sandal selop

  • Ikat rambut dan pelembap bibir

  • Kacamata sebagai ganti lensa kontak

  • Camilan untuk beberapa jam, botol minum dengan tutup sport

  • Ponsel, kabel charger ekstra panjang, headphone

  • Obat yang memang rutin kamu butuhkan, dalam kemasan asli

  • Keinginan atau preferensi persalinan di satu lembar kertas, kalau kamu punya

Tas rawat inap

  • 2–3 piyama atau baju tidur yang bisa dibuka di bagian depan

  • 2–3 bra menyusui atau bralette menyusui yang lentur, 1 bungkus breast pad

  • 5–6 celana dalam sekali pakai berpotongan tinggi atau celana dalam katun yang bisa dicuci air panas

  • 1 bungkus pembalut dengan daya serap tinggi — bukan tampon

  • Jubah mandi atau jaket sweatshirt, sandal mandi

  • Tas perlengkapan mandi, 1–2 handuk, jika rumah sakit tidak menyediakannya

  • Botol minum besar, uang receh atau kartu untuk mesin penjual otomatis

  • Penutup mata tidur dan sesuatu untuk dibaca

  • Baju longgar untuk perjalanan pulang

Tas pulang untuk bayi — tetap di rumah sampai hari kepulangan

  • 2 bodysuit: satu ukuran newborn, satu ukuran 0–3 bulan, dan untuk bayi yang kecil siapkan juga ukuran newborn yang paling kecil

  • 1 sleepsuit atau celana dan atasan, 1 pasang kaus kaki, 1 topi

  • 1 jaket tipis, dan kalau naik mobil ber-AC atau di dataran tinggi yang dingin, tambahan 1 overall hanya untuk perjalanan ke mobil

  • 1 selimut ringan untuk di atas sabuk pengaman, 2–3 popok, 1 kain sendawa

  • Car seat bayi dengan bantalan newborn, kalau kalian pulang dengan mobil atau taksi

Untuk pendampingmu

  • Baju ganti untuk malam yang panjang, sikat gigi, makanan untuk kalian berdua

  • Kartu identitas, kabel charger, power bank, uang receh, 1 handuk untuk jok mobil

Siap di rumah

  • Tambahan pembalut dan breast pad

  • Popok ukuran NB (newborn), waslap, krim pelindung ruam tanpa pewangi

  • Termometer digital dengan ujung lembut

  • Tempat tidur bayi di kamar orang tua dan kantong tidur yang sesuai

  • Makanan yang sudah dimasak sebelumnya dan kulkas yang terisi penuh

  • Kalau kamu tidak menyusui atau tidak menyusui penuh: susu formula awal untuk bayi baru lahir, 2–3 botol susu dengan dot untuk newborn, sikat botol

Hanya sedikit yang benar-benar wajib. Sisanya di tas adalah kenyamanan – dan itu boleh saja.

Dokumen apa saja yang perlu dibawa

Kalau lupa bawa sikat gigi, biasanya masih bisa disusulkan besok. Tapi dokumen di tas rumah sakit dibutuhkan langsung saat pendaftaran — terutama tiga hal ini: Buku KIA, kartu BPJS Kesehatan, dan KTP. Buku KIA sebaiknya memang selalu kamu bawa, karena semua informasi penting tentang kehamilan, persalinan, dan bayimu ada di sana. Tidak semua rumah sakit meminta surat rujukan. Foto semua dokumen dengan ponselmu, lalu simpan dokumen aslinya di map plastik bening yang diberi label.

Dokumen untuk Disdukcapil tidak kamu perlukan di ruang bersalin. Rumah sakit atau bidan memberimu surat keterangan kelahiran, dan akta kelahiran kalian urus sendiri ke Disdukcapil paling lambat 60 hari setelah persalinan — gratis. Dokumen yang dibutuhkan bergantung pada status keluarga:

  • Menikah: surat keterangan kelahiran dari bidan/rumah sakit, buku nikah, Kartu Keluarga, dan KTP kedua orang tua.

  • Tidak menikah: dokumen yang diperlukan bisa berbeda-beda, termasuk soal pencantuman nama ayah — tanyakan langsung di kantor Disdukcapil setempat.

  • Cerai atau duda/janda: dokumen tambahan yang diperlukan bisa berbeda — tanyakan di Disdukcapil setempat apa saja yang harus disiapkan.

  • Dokumen dari luar negeri: biasanya perlu terjemahan tersumpah dan, tergantung negaranya, apostille atau legalisasi sebagai bukti keaslian resmi — urus sejak dini.

Banyak kantor Disdukcapil ingin melihat dokumen asli. Nama bayi sebaiknya sudah kalian putuskan sebelum melapor, karena langsung tercantum di akta kelahiran dan Kartu Keluarga.

Kalian belum menikah? Beberapa hal ini bisa membantu, tapi ketentuannya berbeda-beda tergantung daerah:

  1. Tanyakan ke Disdukcapil atau kantor urusan setempat bagaimana prosedur pencantuman nama ayah, dan apakah ada biaya yang perlu disiapkan.

  2. Tanyakan juga apakah kalian berdua perlu datang langsung dan dokumen apa yang harus dibawa.

  3. Setelah itu, simpan dokumennya bersama berkas untuk Disdukcapil.

Dengan begitu, nama ayah bisa dicantumkan di akta kelahiran. Untuk hak asuh dan hal lain yang berkaitan, tanyakan langsung ke Disdukcapil setempat, karena aturannya bisa berbeda-beda.

Yang sebaiknya dibereskan sebelum melahirkan

Di mana-mana kamu pasti membaca, “Tanyakan saat janji pendaftaran” — tapi sebenarnya itu apa? Kebanyakan rumah sakit meminta ibu hamil mendaftar sebelum persalinan: data dirimu dicatat, dan kamu bisa menanyakan semua hal yang ingin kamu tahu. Begini caranya:

  1. Pilih rumah sakit sejak awal, karena rumah sakit yang banyak diminati biasanya punya kapasitas terbatas.

  2. Telepon unit bersalin atau poliklinik kebidanan, lalu tanyakan mulai minggu kehamilan berapa mereka membuka jadwal pendaftaran.

  3. Bawa Buku KIA dan kartu BPJS Kesehatan.

  4. Bawa pertanyaanmu di secarik kertas — yang terpenting ada di kotak di bawah.

Kalau belum sempat mendaftar, biasanya kamu tetap bisa datang untuk melahirkan.

Sama pentingnya, kenali Puskesmas atau bidan terdekat sejak awal kehamilan — itulah yang biasanya kamu datangi lebih dulu untuk kunjungan neonatal dan imunisasi bayi. Kalau kamu ingin ke dokter anak (Sp.A), datang sebagai pasien umum/swasta atau lewat rujukan BPJS Kesehatan dari Puskesmas.

Selain itu, tulis nomor-nomor penting di secarik kertas untuk tas ruang bersalin. Baterai ponsel habis sebaiknya tidak menentukan siapa yang bisa kamu hubungi:

  • unit bersalin di rumah sakitmu

  • ruang nifas — tanyakan sebelum pulang apakah kamu boleh menelepon ke sana juga setelah di rumah

  • dokter kandunganmu dan dokter anak

  • IGD rumah sakit terdekat untuk saat klinik atau praktik tutup

  • rumah sakit terdekat dengan IGD anak — tidak semua rumah sakit memilikinya

  • 119 (atau 112 kalau tersedia di daerahmu), taksi, dan satu orang di dekatmu yang bisa datang saat darurat

Kalau kalian sudah punya anak, atur siapa yang akan menjaga mereka di malam hari, termasuk satu orang cadangan, dan siapkan tas kecil berisi baju tidur, boneka kesayangan, dan sikat gigi.

Bidan untuk kunjungan nifas

Bidan atau tenaga kesehatan di Puskesmas/klinik akan memeriksa kamu dan bayimu setelah melahirkan, baik langsung di fasilitas kesehatan maupun lewat kunjungan rumah: untuk kamu ada 4 kali kunjungan nifas (KF1–KF4) sampai hari ke-42, untuk bayimu 3 kali kunjungan neonatal (KN1–KN3) sampai hari ke-28. Kalau kamu punya BPJS Kesehatan, kunjungan ini biasanya tercakup; kalau punya asuransi swasta, tanyakan dulu apa yang ditanggung.

Kalau di daerahmu sulit menemukan bidan atau jadwalnya penuh, itu bukan salahmu — dan kamu tetap bisa mendapat dukungan:

  1. Terus cari sampai hari persalinan, misalnya lewat Puskesmas atau Posyandu terdekat, hubungi beberapa tempat, dan tanyakan kapan ada jadwal kosong.

  2. Tanyakan saat pendaftaran dan ulangi lagi di ruang nifas apakah ada konsultasi bidan, klinik laktasi, atau siapa yang bisa kamu hubungi setelah pulang.

  3. Kalau begitu, sebaiknya jangan pilih persalinan rawat jalan, tetapi manfaatkan hari-hari di rumah sakit untuk bertanya dan berlatih.

  4. Sebelum pulang, buat janji kontrol: ke bidan atau Puskesmas untuk kamu dan bayimu, atau ke dokter kandungan/dokter anak kalau kamu berobat swasta.

  5. Kalau ada pertanyaan tentang menyusui, konselor laktasi dan kelompok dukungan menyusui bisa membantu; untuk hal lain, Puskesmas atau dokter anak di daerahmu juga bisa jadi tempat bertanya.

  6. Bidan juga masih bisa mulai mendampingi di kemudian hari; kunjungan nifas berlangsung sampai hari ke-42 setelah melahirkan.

  7. Pada malam hari, bawa bayi ke IGD rumah sakit terdekat kalau di luar jam praktik; dalam keadaan darurat, hubungi 119.

Tas ruang bersalin

Persalinan butuh waktu. Untuk anak pertama, fase pembukaan saja — saat leher rahim membuka — biasanya memakan waktu 8 sampai 14 jam, sedangkan pada persalinan berikutnya sering hanya sekitar enam jam. Jadi, kemas tas seolah-olah kamu akan menjalani satu hari panjang dan satu malam panjang di tempat yang ingin membuatmu tetap nyaman.

Kaus kaki hangat dan kardigan bukan kemewahan: di akhir persalinan banyak perempuan mulai merasa kedinginan. Botol minum dengan tutup sport juga memudahkan kamu minum bahkan saat sedang berbaring miring.

Obat yang rutin kamu konsumsi — misalnya obat tiroid, insulin beserta alat ukurnya, atau inhaler asma — bawalah dalam kemasan asli, ditambah catatan dosisnya: saat kontraksi, tidak ada yang ingin mengingat-ingat miligram dari kepala. Apakah obat itu aman untuk menyusui, sebaiknya kamu tanyakan dulu saat kontrol.

Minuman biasanya tidak perlu kamu bawa: di ruang bersalin umumnya tersedia air dan minuman hangat maupun dingin, sering kali juga untuk pendampingmu. Yang justru perlu dibawa adalah camilan — boleh atau tidaknya makan saat persalinan, dan makanan apa yang diizinkan, bisa berbeda-beda di tiap rumah sakit. Kalau kamu merencanakan water birth, tanyakan dulu apa yang boleh dipakai di bak persalinan. Perhiasan dan barang berharga sebaiknya ditinggal di rumah. Dan kalau kamu punya keinginan tertentu, misalnya soal pereda nyeri atau kontak kulit pertama dengan bayi, tulis di selembar kertas.

Tas yang sudah siap tak akan mengurangi kontraksi — tapi bisa mengurangi satu beban pikiran.

Tas rawat inap

Bayimu akan tidur di boksnya tepat di sebelahmu, karena rooming-in siang dan malam adalah hal yang umum. Dan ia akan sering ingin menyusu: di hari-hari pertama, 8–12 kali menyusu dalam 24 jam itu normal, pada awalnya hanya dengan beberapa mililiter kolostrum, yaitu ASI pertama — dan itu memang sudah tepat. Sekitar hari ketiga, banyak ibu mulai mengalami ASI mulai banyak keluar dan payudara terasa lebih penuh.

Itulah sebabnya kamu butuh atasan yang bisa dibuka di depan, serta bra yang masih memberi ruang ekstra. Checklist rumah sakit dari otoritas kesehatan menyarankan bra menyusui sekitar dua ukuran cup lebih besar dibanding ukuranmu saat hamil. Kalau masih ragu, bawa bralette menyusui lentur tanpa kawat, dan beli bra yang lebih pas setelah ukuran payudara mulai stabil.

Untuk lokia, yaitu perdarahan setelah melahirkan, kamu butuh pembalut dengan daya serap tinggi, yang juga sering disebut pembalut nifas. Biasanya lokia berlangsung 4–6 minggu dan paling banyak pada awalnya. Tampon dan menstrual cup tidak boleh dipakai selama masa ini: pembalut membantu menurunkan risiko lokia tertahan dan membantu mencegah infeksi. Beberapa rumah sakit membagikan alas nifas dan breast pad, jadi cukup beli satu bungkus dulu, lalu sisanya nanti setelah kamu tahu apa yang disediakan rumah sakitmu.

Kamu tidak menyusui atau tidak menyusui penuh? Tetap bawa bra yang menyangga dengan baik, dan tetap bawa breast pad, karena payudaramu tetap memproduksi ASI meski tidak menyusui. Sampaikan saat pendaftaran dan tanyakan apakah ruang perawatan menyediakan susu formula bayi dan botol susu.

Di ruang perawatan, kamu sering akan ditanya kapan terakhir bayi minum, berapa banyak popok basah, dan apakah ia sudah BAB pertama. Karena jam-jam di awal sering terasa kabur, akan sangat membantu kalau kamu mencatatnya singkat — di kertas atau di aplikasi.

Jam-jam dan malam-malam pertama

Segera setelah lahir, bayimu sebaiknya bisa berbaring kulit ke kulit selama mungkin di dadamu — itulah gunanya atasan yang terbuka di depan. Agar tetap aman:

  • Bayimu tengkurap di dadamu, kepala menoleh ke samping, hidung dan mulut bebas, dagu tidak menempel ke dada.

  • Punggungnya boleh ditutupi, wajahnya jangan.

  • Pendampingmu atau tim medis memeriksa warna kulit dan napasnya secara teratur.

  • Kalau kamu mulai mengantuk atau mendapat obat pereda nyeri yang kuat, serahkan bayimu ke orang yang terjaga atau baringkan telentang di boksnya.

Di malam hari, kamu sering sendirian di ruang perawatan. Kalau kamu menyusui di tempat tidur rumah sakit dan mulai merasa mata tertutup, kembalikan bayimu ke boksnya. Setelah operasi caesar atau kalau mendapat epidural, lebih baik panggil perawat daripada mengangkatnya sendiri. Dan kalau kamu benar-benar kewalahan, katakan pada tim medis — meminta bantuan bukan berarti gagal.

Belajar minum adalah proses yang bayimu jalani bersama kamu di hari-hari ini. Perhatikan tanda lapar awal seperti mengecap, mencari dengan mulut, atau tangan ke mulut, karena menangis biasanya datang belakangan. Kalau di hari-hari pertama bayimu tidur lama, bangunkan perlahan bila sudah sekitar 3–4 jam sejak awal sesi menyusu terakhir. Kalau puting terasa sakit, biasanya masalahnya ada pada pelekatan. Cek sendiri: dagu bayi menyentuh payudara, hidungnya bebas, pipinya bulat, dan di atas bibir atas terlihat lebih banyak areola gelap dibanding di bawah bibir bawah. Kalau belum membantu, minta seseorang dari tim medis untuk ikut melihat. Tanyakan sesering yang kamu mau.

Untuk pendampingmu

Siapa pun yang mendampingimu — pasangan atau pendamping lain — idealnya akan berjam-jam menggenggam tanganmu, memijat punggungmu, dan tetap sigap mengurus semuanya — dengan baterai penuh, baik di ponsel maupun di perut. Selain daftar di atas, tambahkan juga daftar kontak untuk kabar kelahiran dan perlengkapan mandi, kalau ia diizinkan ikut masuk ke bak persalinan.

Selain itu, beri pendampingmu empat tugas ini:

  1. Tahu rute ke rumah sakit, termasuk tempat parkir dan pintu masuk malam hari.

  2. Mulai 37+0, pastikan tangki bensin penuh — dan jangan biarkan kamu menyetir sendiri kalau kontraksi sudah mulai teratur.

  3. Coba dulu alas atau jalur sabuk car seat bayi di mobil sebelum hari-H.

  4. Pada hari pulang, bawa car seat bayi dan tas pulang.

Dan kalau kamu merasa kunjungan tamu terlalu banyak, pendampingmu boleh menjaga pintu dengan ramah tapi tegas.

Melahirkan sendirian

Tidak semua orang punya seseorang yang bisa ikut mendampingi. Mungkin keluarga tinggal jauh, mungkin kamu memang memilih sendiri. Keduanya tidak apa-apa: di ruang bersalin, bidan dan dokter akan merawatmu, dan di ruang perawatan kamu bisa menekan bel kapan saja. Dengan sedikit persiapan, sisanya juga bisa dijalani dengan baik:

  1. Bawa kedua tas sekaligus, atau masukkan semuanya ke satu tas dengan dokumen di bagian paling atas.

  2. Masukkan tas pulang bayi langsung ke dalam tas rawat inap.

  3. Untuk car seat bayi, ada dua pilihan: kamu membawanya saat pergi ke rumah sakit dengan taksi, atau kamu menitipkan kunci pada tetangga atau teman dan memintanya membawakan car seat itu saat hari pulang.

  4. Tulis keinginan terpentingmu untuk persalinan supaya tim medis mengetahuinya.

  5. Rencanakan perjalanan pulang dengan taksi, terutama setelah operasi caesar.

  6. Atur masa nifas sebelum persalinan: sediakan makanan matang di freezer, layanan antar belanja, dan kalau tidak ada keluarga yang bisa membantu di rumah, pertimbangkan ART (asisten rumah tangga) harian — lebih lanjut ada di bagian masa nifas.

Siap dengan baik bukan berarti harus berdua — melainkan tahu siapa yang perlu kamu hubungi.

Kapan harus berangkat ke rumah sakit

Untuk anak pertama, patokan umumnya: berangkat saat kontraksi datang teratur setiap lima menit selama sekitar satu jam, berlangsung kira-kira satu menit, dan sudah cukup kuat sampai kamu hampir tidak bisa bicara saat kontraksi berlangsung. Mulai anak kedua, kamu sebaiknya sudah berangkat saat kontraksi teratur tiap sepuluh menit — dihitung dari awal satu kontraksi ke awal kontraksi berikutnya. Kalau perjalananmu jauh atau persalinan sebelumnya sangat cepat, telepon lebih awal.

Kalau ketuban pecah, lakukan ini:

  1. Catat jamnya, perhatikan warna dan bau air ketuban.

  2. Pakai pembalut besar, jangan tampon.

  3. Telepon ruang bersalin dan beri tahu apa yang terjadi.

  4. Lalu berangkat secepatnya tapi tetap tenang — beri handuk di kursi dan jangan menyetir sendiri.

Dalam kebanyakan kasus, kamu tidak perlu diangkut sambil berbaring. Berbeda kalau bayi tidak dalam posisi kepala di bawah, misalnya sungsang atau melintang, atau kalau ketuban pecah sebelum 37+0. Dalam kondisi itu, risiko tali pusat turun lebih tinggi: jangan langsung berangkat begitu saja, tetapi segera telepon ruang bersalin dan ikuti instruksinya. Kalau menurut pemeriksaan rutin kepala bayi belum masuk panggul dengan mantap, tanyakan lebih dulu apa yang harus kamu lakukan bila ketuban pecah. Kalau kamu melihat atau merasakan tali pusat di vagina: segera hubungi 119, bertumpu pada lutut dan siku, condongkan badan ke depan, dan jangan menyentuh tali pusat.

Segera telepon ruang bersalin juga kalau

  • air ketuban berwarna kehijauan, kecokelatan, atau berbau tidak sedap,

  • kamu mengalami perdarahan — lebih banyak daripada lendir bercampur darah ringan di awal persalinan,

  • bayimu bergerak lebih sedikit dari biasanya — jangan tunggu sampai besok,

  • kontraksi mulai sebelum 37+0,

  • satu kontraksi berlangsung lebih dari dua menit atau ada enam kontraksi atau lebih dalam sepuluh menit,

  • kamu mengalami sakit kepala hebat, gangguan penglihatan seperti kilatan cahaya, nyeri di bawah tulang rusuk, atau tangan maupun wajah tiba-tiba bengkak,

  • kamu demam mulai 38 °C — setelah ketuban pecah, bahkan kalau suhu tubuhmu naik di atas 37,5 °C.

Kalau kamu merasa bayimu akan lahir sekarang juga, menepilah dan hubungi 119 — lewat telepon kamu akan diberi tahu apa yang harus dilakukan.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Operasi caesar dan situasi khusus

Operasi caesar terencana: Masukkan ke tas rumah sakit celana dalam berpinggang tinggi dan celana longgar yang tidak bergesekan dengan luka operasi, plus pakaian dalam untuk beberapa hari ekstra — biasanya kamu akan dirawat 3–7 hari. Lepas perhiasan dan piercing sejak di rumah, karena sebelum operasi semua perhiasan tubuh harus dilepas. Kapan terakhir kamu boleh makan dan minum akan dijelaskan rumah sakit saat konsultasi sebelumnya. Bantal menyusui membantu menahan bayi agar tidak menekan bekas luka. Setelahnya, selama beberapa minggu kamu sebaiknya tidak mengangkat apa pun yang lebih berat dari bayimu, dan baru menyetir lagi saat itu tidak lagi menimbulkan keluhan — ini bisa memakan waktu sekitar enam minggu. Jadi, car seat bayi sebaiknya dibawa orang lain, atau kamu pulang dengan taksi.

Celana dalam berpinggang tinggi sebaiknya tetap masuk tas bahkan tanpa rencana operasi, karena operasi caesar juga bisa terjadi tanpa diduga.

Induksi: Sampai persalinan hasil induksi benar-benar berjalan aktif, bisa lewat banyak jam. Bawa hiburan lebih banyak, camilan untuk beberapa kali makan, dan satu set pakaian ganti tambahan.

Kembar: Siapkan lebih awal, dua car seat bayi, dua tas pulang — dan semua jumlah perlengkapan bayi dikali dua.

Tenggat waktu seputar kelahiran

Tes jantung
0–2 hari
Skrining SHK
0–2 hari
Vitamin K1
saat lahir
KN1
jam 6–48

Checklist sebelum pulang

Pada hari kepulangan, banyak hal bisa terasa campur aduk. Cek poin-poin ini dengan tenang, idealnya bahkan sejak malam sebelumnya:

  1. Buka Buku KIA yang kamu terima sejak masa kehamilan: apakah kunjungan neonatal pertama (KN1) dan, kalau sempat, KN2 sudah tercatat? Apakah tes kelainan jantung (pulse oximetry), skrining darah (SHK), dan suntikan vitamin K1 sudah dilakukan?

  2. Kalau ada yang belum, tanyakan siapa yang akan menindaklanjuti dan sampai kapan, lalu catat.

  3. Tanyakan juga siapa yang akan menghubungimu jika ada hasil yang tidak normal, dan apakah nomor teleponmu sudah benar.

  4. Masukkan surat dokter untukmu dan bayimu, dan jangan lupa bawa kembali Buku KIA.

  5. Apakah janji kontrol sudah dibuat: kunjungan neonatal berikutnya (KN2/KN3) kalau belum dilakukan di rumah sakit, dan janji kontrol di dokter kandunganmu?

  6. Apakah kamu sudah punya nomor ruang perawatan, dan apakah surat keterangan kelahiran serta nama bayi untuk Disdukcapil sudah kamu urus?

Sebagai panduan, ini jendela waktunya: tes kelainan jantung dengan pulse oximetry biasanya dilakukan sebelum pulang, skrining darah (SHK) juga sebelum pulang atau di kunjungan berikutnya, dan suntikan vitamin K1 segera setelah lahir. Kunjungan neonatal pertama (KN1) dijadwalkan pada jam ke-6–48, dan KN2 pada hari ke-3–7.

Kamu tak perlu mengingat semuanya: tanyakan yang masih kurang, lalu catat.

Perjalanan pulang bersama bayi

Yang perlu dimasukkan ke tas bayi untuk rumah sakit sebenarnya sedikit: baju dan popok biasanya disediakan selama dirawat. Jadi, yang perlu kamu bawa hanya yang dibutuhkan untuk perjalanan pulang, dan semuanya sudah dicuci dulu sebelum dipakai. Ukurannya pakai sistem usia, bukan sentimeter: newborn sering pas, 0–3 bulan sebagai cadangan, dan untuk bayi yang kecil siapkan juga ukuran newborn yang paling kecil. Bodysuit model bukaan silang biasanya lebih mudah dipakaikan.

Karena cuaca di Indonesia umumnya panas, body, sleepsuit tipis, kaus kaki, dan topi ringan biasanya sudah cukup. Kalau di dataran tinggi yang dingin atau naik mobil ber-AC, tambahkan jaket tipis; overall lebih tebal hanya dipakai sampai ke mobil lalu dilepas sebelum sabuk pengaman dipasang, kemudian selimut diletakkan di atas sabuk yang sudah terkunci. Selimut itu hanya untuk perjalanan — di rumah, bayimu tidur dengan kantong tidur (sleeping bag) tipis.

Kalau naik mobil, IDAI menganjurkan bayi baru lahir memakai car seat bayi yang menghadap ke belakang. Cara memasangnya:

  1. Baca petunjuknya: apakah car seat dipasang dengan base station atau dengan sabuk pengaman tiga titik?

  2. Tempat terbaik adalah kursi belakang; di kursi depan hanya boleh jika airbag depan dimatikan — caranya ada di buku petunjuk mobilmu.

  3. Tanpa base, sabuk pangkuan melewati bagian kaki car seat dan sabuk bahu mengelilingi bagian kepala, masing-masing lewat jalur yang ditandai.

  4. Setelah itu, goyangkan kuat-kuat: car seat harus terpasang kokoh.

  5. Biarkan bantalan newborn tetap terpasang dan atur sabuk bahu sesuai petunjuk.

  6. Kencangkan sabuk sampai pas menempel di tubuh.

  7. Latih semuanya lebih dulu dengan boneka atau bantal — jangan baru pertama kali di parkiran rumah sakit.

Selama perjalanan, idealnya ada satu orang dewasa duduk di belakang di samping bayi; kalau tidak, gunakan cermin. Car seat hanya untuk transportasi: pada perjalanan yang lebih lama, lakukan jeda dan keluarkan bayimu dari car seat, dan perjalanan jauh dengan bayi baru lahir sebaiknya ditunda dulu. Kalau tubuhnya merosot ke depan, segera menepi.

Car seat bekas hanya layak dipakai kalau riwayatnya jelas: tidak pernah kecelakaan, tidak pernah jatuh, tidak lebih tua dari batas usia yang diizinkan produsen, tidak retak, sabuknya masih utuh, dan label keselamatan dari produsen masih ada. Kalau tanpa mobil, bayi bisa pulang di kereta dorong dengan posisi rebah atau di gendongan yang memang cocok sejak lahir: rapat dan tegak, wajah selalu terlihat, dagu tidak menempel ke dada.

Untuk perjalanan pulang, bayimu tak butuh banyak: tempat yang aman dan seseorang di sisinya.

Masa nifas di rumah

Masa nifas, yaitu sekitar 40–42 hari pertama setelah melahirkan, berlanjut di rumah. Apa saja yang perlu sudah tersedia, ada di checklist di atas. Tiga hal ini layak diperhatikan lagi.

Termometer. Pilih termometer digital dengan ujung lembut, karena pada bayi pengukuran paling akurat dilakukan di anus; termometer telinga dan dahi baru andal pada bayi yang lebih besar. Caranya: oleskan sedikit petroleum jelly atau krim pada ujungnya, baringkan bayimu telentang, angkat dan tahan kedua kakinya dengan lembut, masukkan ujungnya hanya 1–2 sentimeter, lalu tunggu sampai termometer berbunyi.

Tempat tidur. Siapkan tempat tidur bayi di kamar orang tua sebelum persalinan, supaya setelah pulang kalian tinggal beradaptasi saja. Bayi baru lahir biasanya tidur 14–18 jam per hari, terbagi dalam sesi sekitar 30 menit sampai tiga jam, siang maupun malam. Ritme siang-malam yang lebih jelas biasanya baru berkembang sekitar usia dua bulan — jadi nanti akan terasa lebih mudah. Sampai berat badan bayi kembali naik dengan baik, bangunkan paling lambat setelah sekitar empat jam untuk minum.

Lihat popoknya. Tanpa timbangan pun, popok bisa memberi tahu apakah bayimu mendapat cukup asupan: pada hari pertama ada satu sampai dua popok basah, lalu tiap hari bertambah sekitar satu, dan mulai hari kelima setidaknya enam popok basah yang berat dalam 24 jam. Sekitar hari kelima, warna tinjanya mulai kekuningan. Penurunan berat badan sekitar tujuh persen di hari-hari pertama masih normal, dan setelah 10–14 hari kebanyakan bayi sudah kembali ke berat lahirnya.

Dan rencanakan bantuan: siapa yang memasak, siapa yang berbelanja? Kalau tidak ada keluarga yang bisa membantu di rumahmu, pertimbangkan bantuan dari ART (asisten rumah tangga) atau kerabat — BPJS Kesehatan tidak menanggung bantuan rumah tangga.

Persalinan rawat jalan

Pada persalinan rawat jalan, kamu pulang beberapa jam setelah melahirkan — dengan syarat tidak ada komplikasi besar dan kalian berdua dalam kondisi baik. Kunjungan nifas pertama (KF1) sebaiknya tetap dilakukan dalam 2 hari pertama, baik di fasilitas kesehatan maupun lewat kunjungan rumah. Kalau kamu belum yakin ada bidan atau Puskesmas yang bisa memantau di rumah, lebih baik manfaatkan hari-hari di rumah sakit. Selain itu, ini yang perlu diperhatikan:

  • Tes-tesnya: Sebelum pulang, darah untuk skrining SHK akan diambil; kalau itu dilakukan sebelum 36 jam kehidupan, bidan atau Puskesmas akan mengulanginya di kunjungan berikutnya. Pastikan juga di mana tes kelainan jantung dan suntikan vitamin K1 dilakukan.

  • Kunjungan neonatal (KN2): Buat janji di bidan atau Puskesmas sebelum persalinan untuk hari ke-3 sampai ke-7 kehidupan bayi.

  • Tas pulang dan car seat bayi sudah ada di mobil sejak awal.

Lalu setelah itu: tenang saja — makin jelas pembagian tugasnya, makin banyak waktu yang tersisa untuk saling mengenal.

Malam yang tenang dimulai di sini.

Unduh Moonsleep dan temukan ritme yang cocok untuk bayimu.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Uji coba gratis 3‑hari
Aplikasi Moonsleep: layar utama

Yang tidak perlu dibawa

Ada beberapa hal yang hanya akan memakan tempat di tas rumah sakit:

  • Baju bayi untuk selama dirawat — biasanya disediakan rumah sakit.

  • Paket popok — beberapa popok untuk perjalanan pulang sudah cukup.

  • Minuman untuk ruang bersalin — air dan minuman lain biasanya tersedia.

  • Tampon dan menstrual cup — jangan dipakai selama lokia masih keluar.

  • Perhiasan, barang berharga, dan laptop — mudah hilang.

  • Botol kosmetik ukuran besar — ukuran travel sudah cukup.

  • Pompa ASI dan nipple shield — pompa biasanya ada di rumah sakit, nipple shield hanya digunakan setelah konsultasi.

Kalau ternyata ada yang tertinggal?

Itu bukan masalah besar. Untuk jam-jam pertama, rumah sakit punya perlengkapan yang paling penting, dan hampir semuanya bisa disusulkan nanti. Tanyakan dulu di ruang perawatan sebelum ada yang berangkat membawakan — beberapa barang mungkin memang sudah tersedia di sana. Car seat bayi hanya diperlukan kalau kalian pulang dengan mobil atau taksi. Selebihnya hanyalah soal kenyamanan: menyenangkan kalau ada, tetapi bukan ukuran apakah kamu sudah siap dengan baik atau belum.

Pertanyaan yang sering diajukan

Usia kehamilan berapa tas rumah sakit sebaiknya sudah siap?

Paling lambat pada 37+0, yaitu awal minggu ke-38 kehamilan. Mulai saat itu, persalinan tidak lagi dianggap prematur, dan bayimu bisa lahir kapan saja. Hanya sedikit bayi yang lahir tepat di HPL; kebanyakan lahir dalam sepuluh hari sebelum atau sesudahnya. Kalau kamu hamil kembar atau dokter memperkirakan persalinan bisa lebih cepat, siapkan jauh lebih awal. Kalau mau, kamu juga boleh mulai beberapa minggu sebelumnya lalu melengkapinya sedikit demi sedikit.

Apa saja yang biasanya disediakan rumah sakit setelah melahirkan?

Biasanya rumah sakit menyediakan pakaian dan popok untuk bayi selama rawat inap, serta minuman di ruang bersalin, sering kali juga untuk pendamping. Beberapa rumah sakit juga membagikan alas nifas dan breast pad dalam jumlah cukup. Apakah ada celana jaring, handuk, bantal menyusui, dan susu formula bayi, berbeda-beda di tiap tempat — tanyakan saat janji pendaftaran atau telepon ruang nifas. Yang tetap perlu kamu bawa sendiri adalah dokumen, pakaian dan perlengkapan mandi untukmu, baju bayi untuk perjalanan pulang, dan kalau pulangnya dengan mobil atau taksi, car seat bayi.

Bayi saya sebaiknya memakai apa saat pulang dari rumah sakit?

Body, sleepsuit atau celana dan atasan, kaus kaki, dan topi untuk di luar, lalu tambahkan jaket tipis kalau cuaca sedang dingin (misalnya di dataran tinggi atau mobil ber-AC). Ukuran newborn pas untuk banyak bayi baru lahir, bawa 0–3 bulan sebagai cadangan dan untuk bayi yang kecil tambahkan ukuran newborn yang lebih kecil. Kalau perlu jaket lebih tebal untuk ke mobil: di car seat, sabuk pengaman harus menempel rapat di tubuh, jadi jaket/selimut baru diletakkan di atas sabuk yang sudah terkunci. Cuci dulu semua pakaian baru sebelum dipakai.

Kapan waktu yang tepat untuk berangkat ke rumah sakit?

Untuk anak pertama, saat kontraksi datang teratur setiap lima menit selama sekitar satu jam, berlangsung kira-kira satu menit, dan kamu hampir tidak bisa bicara saat kontraksi. Mulai anak kedua, berangkatlah saat kontraksi teratur setiap sepuluh menit. Setelah ketuban pecah, telepon ruang bersalin lalu berangkat secepatnya tapi tetap tenang, dan jangan menyetir sendiri. Kalau bayi tidak dalam posisi kepala di bawah atau ketuban pecah sebelum 37+0, segera telepon dan jangan langsung berangkat begitu saja. Kalau kamu melihat atau merasakan tali pusat, hubungi 119. Kalau ragu, lebih baik telepon terlalu cepat daripada terlambat.

Apakah saya harus mendaftarkan kelahiran sendiri ke Disdukcapil?

Ya, kamu atau pasanganmu yang mengurusnya sendiri ke Disdukcapil, paling lambat 60 hari setelah persalinan — gratis, baik lahir di rumah sakit, pusat bersalin, maupun di rumah, cukup dengan surat keterangan kelahiran dari bidan atau rumah sakit. Yang paling mendesak: daftarkan bayimu ke BPJS Kesehatan paling lambat 28 hari setelah lahir, supaya langsung aktif dan tidak ada tunggakan iuran sejak tanggal lahir.

Bolehkah bayi saya pulang naik taksi?

Boleh. Kalau naik taksi atau taksi online, IDAI menganjurkan bayi tetap memakai car seat, dan biasanya taksi tidak menyediakannya—jadi bawa car seat bayi sendiri dan beri tahu saat memesan. Kalau sehari-hari kamu memakai base station, cek sebelumnya apakah car seat juga bisa dipasang dengan sabuk pengaman tiga titik, dan latih pemasangannya dengan tenang. Car seat sebaiknya diletakkan di kursi belakang, dan di kursi depan hanya jika airbag dimatikan.

Apakah saya perlu membawa bantal menyusui atau pompa ASI ke rumah sakit?

Biasanya tidak. Apakah ruang perawatan menyediakan bantal menyusui bisa kamu tanyakan saat janji pendaftaran. Setelah operasi caesar, bantal membantu menahan bayi agar tidak menekan bekas luka — bantal yang cukup kokoh dari rumah juga bisa dipakai. Pompa ASI biasanya tersedia di rumah sakit jika kamu membutuhkannya. Di rumah, kalau memang perlu, misalnya karena puting lecet atau radang payudara, tanyakan dulu ke konselor menyusui; pompa bisa dibeli atau di beberapa tempat disewa. Nipple shield dan salep puting tidak perlu dibeli untuk berjaga-jaga.

Bolehkah pendamping saya menginap di rumah sakit setelah persalinan?

Sering kali boleh, biasanya di kamar keluarga. Namun ini umumnya layanan tambahan berbayar dan hanya bisa kalau ada kamar kosong. Apakah rumah sakitmu punya fasilitas ini, berapa biayanya, dan apakah bisa dipesan lebih dulu, bisa kamu tanyakan saat janji pendaftaran. Kalau memungkinkan, masukkan juga pakaian tidur, sandal, dan perlengkapan mandi untuk pendampingmu ke dalam tas.

Perhatikan ini

Siapa yang dihubungi dan kapan: siang hari hubungi dokter kandungan atau dokter anak; kalau praktik tutup, ke IGD rumah sakit terdekat. Kalau mengancam nyawa, segera hubungi 119.

Untuk kamu — segera hubungi 119 jika

  • kamu membasahi satu pembalut besar dalam waktu satu jam atau lebih cepat,

  • kamu tiba-tiba sesak napas atau nyeri dada,

  • kamu punya pikiran untuk menyakiti dirimu sendiri atau bayimu.

Untuk kamu — segera cari bantuan medis jika

  • kamu demam mulai 38 °C atau merasa sakit,

  • lokia tiba-tiba berbau tidak sedap atau perdarahannya kembali lebih banyak,

  • satu kaki, biasanya betis, bengkak di satu sisi, terasa tegang, atau nyeri,

  • kamu mengalami sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, atau nyeri di bawah tulang rusuk — preeklamsia masih bisa terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu setelah melahirkan,

  • ada bagian payudara yang keras, merah, panas, dan nyeri, serta kamu merasa seperti flu — tetap susui dan kompres dingin di antara waktu menyusui,

  • bekas luka operasi caesar makin merah, bengkak, makin nyeri, atau mengeluarkan cairan,

  • rasa sedih, kosong, atau cemas bertahan lebih dari satu sampai dua minggu. Beberapa hari mudah menangis di awal masa nifas itu sering terjadi dan biasanya akan berlalu. Hubungi Healing 119 (tekan 8) atau bidan/Puskesmas terdekat untuk dukungan kesehatan mental.

Untuk bayimu — segera hubungi 119 jika

  • bibir atau kulitnya menjadi kebiruan atau keabu-abuan, ia mengalami jeda napas atau bernapas berat, misalnya dengan tarikan di sela tulang rusuk atau mengerang,

  • ia sangat lemas dan sulit dibangunkan.

Untuk bayimu — segera ke dokter jika

  • dalam tiga bulan pertama hidupnya suhu tubuhnya 38,0 °C atau lebih, diukur di anus, atau kurang dari 36,5 °C — di luar jam praktik, langsung bawa ke IGD rumah sakit terdekat,

  • ia hampir tidak mau minum, tertidur melewatkan dua kali sesi menyusu berturut-turut, atau popok basahnya jauh lebih sedikit dari yang dijelaskan di atas,

  • kulit atau bagian putih matanya sudah kuning pada hari pertama kehidupan, warna kuningnya makin kuat, atau bayi kuningmu sangat mengantuk dan minumnya buruk,

  • tinjanya sangat pucat, keputihan, atau abu-abu,

  • ia muntah hijau,

  • dalam 48 jam pertama belum BAB pertama,

  • pusarnya merah, berair, berdarah, atau berbau tidak sedap.

Moonsleep memberikan panduan, bukan saran medis. Isinya didasarkan pada pedoman klinis dan sumber ahli, lalu diperiksa berdasarkan database referensi Moonsleep.